Monthly Archives: Juni 2014

AYAH ,The inspirator of my life

        AYAH

The inspirator of my life

        Keras,angkuh,kaku dan berwibawa. Mungkin itulah sedikit gambaran tentang watak ayah. Tapi dibalik semua itu sesungguhnya jauh di lubuk hatinya tersimpan rasa sayang yang luar biasa padaku.
“ yen sinau mbok sing temen nduk,wong tua rekasa sing ngragati”, aku masih ingat kata-kata itu saat penerimaan raport kelas XI SMA. Waktu itu ada dua angka merah tersenyum di lembar laporan hasil belajarku,padahal biasanya aku selalu masuk tiga besar di kelasku. Jelas sekali kekecewaan yang terbaca dari wajah yang sudah terhias oleh garis-garis keriput itu. Maklum,harapan ayah padaku sangat besar,aku anak perempuan pertama dan satu-satunya dari tiga bersaudara. Ayah dan ibu pernah bilang,walaupun aku anak perempuan tapi aku harus berhasil meraih masa depanku agar bisa jadi panutan buat kedua adikku. Yah,mereka memang sangat mengharapkanku menjadi seorang pendidik. Kata ibu sebagai penerus cita-citanya dulu. “ohh,sungguh mulia”,kataku.
      Ku pandangi wajah ayah yang sedang tertidur lelap. Wajah yang tak muda lagi dengan sedikit kerutan diwajahnya. Cinta ayah memang tak seperti ibu,yang di ungkapkannya langsung dengan belaian maupun pelukan. Cinta ayah lebih pada perhatian dan tanggung jawabnya. Tak terasa air mataku jatuh perlahan,akupun segera menghapusnya agar ayah tak melihatnya. Ayah is the inspirator of my life. Penyemangat dan penginspirasi hidupku. Di senyumnya yang sejuk itulah terdapat dorongan semangat yang luar biasa untukku.
Tuhan,sempatkanlah aku mewujudkan harapan mereka,izinkan mereka tetap disampingku ketika aku berhasil membubuhkan tiga huruf di belakang namaku,agar aku bisa melihat senyum terindah penuh kebanggaan di wajah mereka.

Daluarsa & PAILIT (Materi PHPD)

LEWAT WAKTU (daluarsa/verjaring)

Daluarsa adalah alat untuk memperoleh sesuatu atau untuk dibebaskan dari suatu perikatan dengan lewatnya suatu waktu tertentu dan atas syarat yang ditentukan undang undang (pasal 1946 KUHper)

MACAM MACAM DALUARSA

1. Lewat waktu untuk memperoleh hak milik (acquisitieve verjaring)

Seorang bezitter yg jujur atas suatu benda yg tak bergerak lama kelamaan dapat memperoleh hak milik atas benda tersebut apabila ia dapat menunjukkan suatu title yang sah,maka dengan lewatnya waktu 20 tahun sejak ia mulai menguasai benda tersebut,ia bisa menjadi pemilik yg syah atas benda tersebut.
Contoh:
Seseorang membeli tanah eigendom secara jujur dari seorang yg sebenarnya tidak berhak menjualnya . jika tidak ada pihak yg membantah dan telah lewat 20 tahun,ia berhak menjadi pemiik yg sah atas tanah tersebut.
Dengan lewatnya waktu 30 tahun,malahan bezitter tersebut tidak diharuskan menunjukkan suatu title lagi untuk menjadi pemilik sah suatu benda. Artinya ia dapat menolak tiap tuntutan dg hanya menunjukkan bezitnya selama 30 tahun dan tidak mendapat gangguan.

Yang perlu diingat ketentuan diatas tidak berlaku pada benda yang bergerak.
Untuk benda yg bergerak maka berlaku pasal 1977 B.W:
“Bezit berlaku sebagai suatu title yang sempurna,dengan itu dimaksudkan bahwa siapa saja yang dengan jujur memperoleh suatu barang bergerakdari seorang beziter,seketika itu juga ia juga memperoleh hak milik atas barang itu

2. Lewat waktu untuk dibebaskan dari suatu tuntutan (extinctieve verjaring)
Oleh undang undang ditetapkan bahwa dengan lewatnya waktu 30tahun ,setiap orang dibebaskan dari semua penagihan atau tuntutan hukum.
Di samping pembebasan secara umum dari semua penagihan atau tuntutan setelah lewatnya waktu 30tahun tersebut diatas,oleh undang undangditetapkan secara khusus bahwa beberapa penagihan sudah hapus dengan lewatnya waktu yang pendek. Contohnya: rekening dokter harus ditagih paling lama 2 bulan,rekening toko harus ditagih paling lama 5 tahun,dsb

PELEPASAN HAK (RECHTSVERWERKING)

Adalah : hilangnya suatu hak bukan karena lewtnya waktu tetapi karena sikap atau tindakan seseorang yang menunjukkan bahwa ia sudah tidak akan mempergunakan suatu hak.
Misal seseorang membeli barang dan ternyata cacad,sedang ia tidak mengembalikan barang itu,maka ia kehilangan haknya untuk menuntut ganti rugi barang tersebut pada si penjual.

DECHEANCE / VERVALTERMIJN

Ada kalanya undang undang memberikan hak hanya untuk suatu waktu tertentu. Apabila tidak dipergunakan dalam waktu tersebut maka gugurlah hak tersebut. Dalam hokum,waktu tersebut dinamakan “decheance”. Misal : hak reklame diberikan waktu 30 hari setelah penyerahan barangnya (pasal 1145 B.W).

Perbedaan daluarsa dengan decheance adalah bahwa decheance itu pasti/tidak dapat dicegah. Daluarsa itu harus dikemukakan oleh salah satu pihak sedangkan decheance harus diindahkan oleh hakim meskipun tidak diminta.
Undang-undang kepailitan

Meskipun peraturan pailit tidak termasuk W.v.K. dan diletakkan dalam suatu peraturan tersendiri Faillissementsverordening,akan tetapi lazimnya masalah itu dianggap sebagai suatu bagian dari hukum dagang.
Pernyataan pailit pada hakekatnya bertujuan untuk mendapatkan suatu penyitaan umum atas kekayaan si berhutang,yaitu segala harta benda si berhutang disita atau di bekukan untuk kepentingan semua orang yang menghutanginya.
Sejak dinyatakan pailit olah hakim,maka seseorang tersebut kehilangan haknya atas harta bendanya.
Segala apa yang diterima si pailit dari hasil pekerjaannya selama keadaan peilit dimasukkan dalam pailisemen sampai jumlah yang ditetapkan oleh hakim-pengawas. Hakim-pengawas akan menentukan gaji yang boleh diterima si pailit untuk kebutuhan hidupnya,sedangkan sisanya dimasukkan dalam boedel pailisement.
Putusan pernyataan pailit harus segera diumumkan dalam surat kabar.

Orang-orang yang berpiutang dibagi dalam beberapa golongan :
a) Mereka yang piutangnya ditanggung dengan pand (hak gadai) atau hypoteek
Golongan ini dinamakan separatisten yaitu orang2 yang dapat bertindak sendiri dan seolah olah berdiri diluar urusan pailisemen.
b) Orang-orang yang mempunyai tagihan yang diberikan kedudukan istimewa (privilege)
Misal orang-orang yang menjual barang dan belum menerima pembayaran,PLN yang belum menerima pembayaran listrik. Golongan ini mendapatkan hak untuk menerima pelunasan terlebih dulu disbanding penagih lain.

Sebelum rapat verivikasi,si pailit diberikan kesempatan untuk mengajukan suatu usul perdamaian yang maksudnya menawarkan pembayaran meski tidak 100%. Naskah perdamaian ini harus diajukan 8 hari sebelum rapat verifikasi.
Perdamaian ini bisa diterima jika sudah disahkan oleh Pengadilan Negeri.
Jika tidak diajukan perdamaian atau perdamaian ditolak maka harta benda si berhutang sudah berada dalam masa insolventie (si berhutang sudah sungguh-sungguh pailit dan tidak mampu membayar hutangnya).

Bagi seorang berhutang yg tidak dapat membayar hutangnya seketika tetapi mempunyai harapan bahwa dalam waktu yg tidak lama ia bias melunasi hutangnya,oleh undang-undang diberikan jalan untuk menghindari kepailitan yakni dengan mengajukan suatu permohonan pada pengadilan negeri di tempat kediamannya untuk diberikan surseance (pengunduran umum dari kewajibannya untuk membayar hutangnya).permohonan ini dilampiri daftar piutana dan utangnya. Permohonan ini harus di umumkan dalam surat kabar dan berita Negara.
Surseance hanya diberikan paling lama 1,5 tahun,dapat diperpanjang 1x.
Jika pengadilan menolak permohonan ini makka pengadilan berhak menyatakan pailitnya si pemohon.

 

 

 

 

*** Sumber : Buku “POKOK-POKOK HUKUM PERDATA” ( Prof.Subekti,S.H )

Hukum Perdata Indonesia

Hukum Perdata Indonesia

Adalah salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik.
Hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana)
Hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.
Terjadinya hubungan hukum antara pihak-pihak menunjukkan adanya subyek sebagai pelaku dan benda yang dipermasalahkan oleh para pihak sebagai obyek hukum.
Subyek hukum adalah segala sesuatu yang dapat mempunyai hak dan kewajiban untuk bertindak dalam hukum. Terdiri dari orang dan badan hukum.
Obyek hukum adalah segala sesuatu berguna bagi subyek hukum dan dapat menjadi pokok suatu hubungan hukum yang dilakukan oleh subyek hukum. Obyek hukum adalah benda.
Hak adalah kekuasaan, kewenangan yang diberikan oleh hukum kepada subyek hukum.
Kewajiban adalah beban yang diberikan oleh hukum kepada orang ataupun badan hukum.

Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata, antara lain:
sistem hukum Anglo-Saxon (Common Law) yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya termasuk negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris, misalnya Amerika Serikat.
sistem hukum Eropa Continental, sistem hukum yang diterapkan di daratan Eropa.
Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan.
Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan dari ”Burgerlijk Wetboek” (atau dikenal dengan BW) yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia berdasarkan azas konkordansi (azas persamaan hukum). Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian.
Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:

I. Buku I tentang Orang
Mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga, perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.
II. Buku II tentang Kebendaan
Mengatur tentang hukum benda, yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum yang berkaitan dengan benda, antara lain hak-hak kebendaan, waris dan penjaminan. Yang dimaksud dengan benda meliputi :
berwujud (tangible assets)
bergerak, misalnya kendaraan bermotor, perhiasan.
tidak bergerak misalnya tanah, bangunan dan kapal dengan berat tertentu.
benda tidak berwujud (intangible assets)
misalnya hak tagih atau piutang, termasuk Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).
Khusus untuk bagian tanah, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik, telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan.
III. Buku III tentang Perikatan
Mengatur tentang hukum perikatan (perjanjian), yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan, antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian), syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian.
Khusus untuk bidang perdagangan, Kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) juga dipakai sebagai acuan. Isi KUHD berkaitan erat dengan KUHPer, khususnya Buku III. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus dari KUHPer.

IV. Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian
Mengatur hak dan kewajiban subyek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian.

Dikutip dari berbagai sumber

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL
ACCOUNTING SYSTEM FOR SMALL BUSINESS IN INDONESIA
(CASE STUDY CONVECTION BUSINESS
IN TINGKIR LOR VILLAGE)
Endang Haryani,
Faculty of Information Technology
Satya Wacana Christian University
Indonesia.

A. PENDAHULUAN
Usaha kecil memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam aspek peningkatan kerja, peningkatan pendapatan, pembangunan ekonomi dan ekspor non-migas. Selain itu, sektor ini dianggap sebagai motor penggerak bagi perekonomian pedesaan. Tapi sampai sekarang masih banyak masalah untuk menghambat pertumbuhan usaha kecil. Masalah dasar manajemen dalam usaha kecil adalah ketidakmampuan pemilik untuk menentukan gaya manajemen yang yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan tahap pengembangan. Terutama dalam pengelolaan keuangan, para pemilik usaha belum memisahkan manajemen keuangan bisnis dan keluarga. Selain itu, mereka belum merencanakannya dengan baik, dikelola
dan dilaporkan secara berkala. Hal ini disebabkan oleh tidak ada infrastruktur dan sistem akuntansi yang tepat. Dampaknya adalah pemilik usaha kecil mengalami kesulitan untuk bekerja sama dengan lembaga eksternal seperti bank atau lembaga keuangan lain. Pemilik mengalami kesulitan untuk menunjukkan kelayakan bisnis mereka ketika mereka ingin mengusulkan kredit atau membuat kontrak bisnis dengan bisnis lain.

B. MASALAH
Berdasarkan pentingnya sistem akuntansi dalam pengelolaan usaha kecil menengah di Indonesia, penelitian bertujuan untuk menghasilkan suatu system akuntansi yang dapat diterapkan oleh pemilik usaha kecil di Indonesia. Sistem akuntansi yang diusulkan adalah system model generik pembelian dan penjualan yang harus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan bisnis dan mengacu pada pendekatan manajemen pengetahuan.

C. METODOLOGI PENELITIAN
Karena studi ini ingin mengusulkan pengembangan sistem akuntansi, pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah program penelitian yang diikuti dengan program pengembangan (Borg dan Gall, 1989). Ini adalah kombinasi dari penelitian deskriptif yang menggambarkan fenomena yang sebenarnya dalam suatu objek dan eksplorasi
penelitian yang mengembangkan sistem akuntansi. Sebuah sistem akuntansi yang diusulkan difokuskan pada sistem pembelian dan penjualan karena kegiatan utamamereka adalah bisnis.

D. LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian ini adalah konveksi usaha kecil di desa Tingkir Lor, dipilih dengan sengaja karena bisnis di desa ini telah meningkat secara signifikan dalam penjualan dan memberdayakan manusia, pemerintah juga memperhatikan dengan memberikan pendampingan bagi manajemen dan teknologi. Data primer dari penelitian ini adalah
hasil wawancara terpimpin dan observasi.

E. LANDASAN TEORI
Menurut Gillespie (Mulyadi, 2001), sistem akuntansi adalah organisasi dokumen, bentuk dan laporan yang dilakukan dalam rangka memberikan informasi bagi manajemen. Berdasarkan definisi tersebut, unsur-unsur sistem akuntansi adalah dokumen, formulir dan laporan, namun dengan memperhatikan prosedur dan pengendalian internal. Oleh karena itu, diusulkan unsur dalam penelitian ini akan merujuk ke sana. Sedangkan Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

F. HASIL PENELITIAN
Desa Tingkir Lor telah dikenal sebagai pusat bisnis konveksi di Salatiga – Jawa Tengah yang memproduksi hasil konveksi seperti penutup kulkas, rice cooker, dispenser, mesin telepon, taplak meja, seprai, dan aksesori rumah lainnya. Tetapi dalam hal pengelolaan,didapat hasil dengan mewawancarai 22 pemilik yang dominan di sana, mereka menyatakan bahwa kegiatan operasi seperti penjualan dan pembelian telah ditangani oleh adat, tanpa sistem akuntansi. Mereka tidak memiliki sistem akuntansi untuk menangani transaksi mereka,itunjukkan dengan tidak ada unsur dan prosedur untuk membentuk sebuah sistem akuntansi. Sebagian besar dari mereka dokumen transaksi belum disimpan dan
diberikan dan juga tidak mencatat transaksi dalam bentuk jurnal atau buku.
Karena tidak ada sistem akuntansi, pemilik menghadapi banyak kesulitan dan informasi apa yang dibutuhkan untuk akuntansi memperbaiki kesulitan. Dengan berdiskusi dengan pemilik, sebenarnya mereka telah menyadari pentingnya
sistem akuntansi, tetapi mereka memiliki keterbatasan waktu, dana, pengetahuan dan kemampuan untuk mewujudkannya. Sistem yang diusulkan akuntansi harus didukung oleh kondisi dan latar belakang pemilik karena factor tersebut akan mempengaruhi pada pelaksanaan dan pemanfaatan system.
Akuntansi yang diusulkan telah diterapkan untuk menangani transaksi satu bulan. Satu transaksi penjualan kredit membutuhkan sekitar 2 – 4 menit, dan 2 – 3 menit untuk transaksi penjualan tunai. Berkaitan dengan mendanai belanja untuk menyediakan dokumen dan bentuk, pemilik perlu 6 buku yang dapat digunakan untuk lebih dari satu tahun dan satu penjualan
buku faktur untuk 25 transaksi. Ini adalah pengeluaran yang rendah bagi pemilik. Sementara itu, pemilik melakukan pelaporan setiap akhir bulan. Dengan kemungkinan ini, pemilik belum menghadapi kesulitan, mereka hanya membutuhkan lebih banyak waktu. Berdasarkan
penyelesaian, bentuk pembelian dan penjualan dapat berfungsi sebagai laporan pembelian atau penjualan (pembelian atau penjualan rekapitulasi). Setelah menyelesaikan transaksi bulan, pemilik bisa menangani transaksi mereka dengan baik, kecuali untuk kartu bahan
persediaan karena ada standar yang berbeda dari pemakaian bahan untuk setiap produk. Hal ini rumit untuk memiliki detail menghitung. Pemilik dapat melakukan audit bahan fisik kapan saja. Berdasarkan pelaksanaan, fungsi kartu persediaan bisa dimanfaatkan sebagai bentuk (jurnal / buku besar). Pada awal desain, laporan persediaan dan uang tunai yang seharusnya dilaksanakan.
Dengan pengujian sistem, pengendalian intern dapat ditunjukkan, terutama pada persediaan dan uang tunai. Semua controlling dilakukan oleh pemilik. Ketika ada penghitungan yang salah dan perbedaan antara bentuk dan fisik, pemilik dapat mengetahui penyebab segera. Ini akan menyebabkan mencapai tujuan pengendalian internal.

G. KESIMPULAN
Sistem akuntansi adalah bagian utama dari setiap perusahaan, juga usaha kecil. Meskipun harus sederhana dan mudah digunakan, itu harus dikembangkan secara tepat. Sistem akuntansi yang diusulkan dalam bisnis konveksi Tingkir Lor telah ditetapkan apa kekuatan dan kelemahan dari usaha kecil dan berhasil diuji selama satu bulan.
Ada cara alternatif untuk mengembangkan sistem akuntansi yang diusulkan yang
dapat didekati dengan manajemen pengetahuan. Empat mode penciptaan pengetahuan akan memfasilitasi bisnis dan pemiliknya untuk menambahkan beberapa modul dalam sistem akuntansi dan untuk merekayasa ulang proses bisnis dalam menyediakan sistem akuntansi sebagai infrastruktur bisnis untuk membantu usaha kecil mencapai keunggulan kompetitif.

H. KOMENTAR (KEKURANGAN DAN KELEBIHAN)
Keunggulan jurnal ini menurut pendapat saya adalah terdapat grafik atau tabel dalam proses penelitiannya,sehingga lebih memudahkan pembaca memahami jurnal ini.
Menurut pendapat saya kekurangan yang terdapat pada jurnal ini adalah walaupun sudah ada tabel,jurnal ini berbentuk deskriptif sehingga pembaca kurang memahami alur penelitian dan dibutuhkan pemikiran yang masak untuk mencerna isi jurnal. Dalam jurnal ini tidak terdapat instrumen penelitian sehingga pembaca tidak dapat mengetahui dengan pasti kriteria apa saja yang dilakukan pada penelitian ini.

 

KEINDAHAN GUNUNG PURBA “NGLANGGERAN”

Gunung Nglanggeran terletak di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl, tepatnya di desa Nglanggeran Kecamatan Patuk dengan jarak tempuh 22 km dari kota Wonosari . Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, dinyatakan gunung Nglanggeran adalah gunung berapi purba.
Ada bangunan joglo di pintu masuk dan bila kita melangkah kejalan setapak untuk mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang sampai puncak gunung. Pemadangan unik dan indah disekelilingnya berupa sawah nan hijau dan tidak jauh dari situ terdapat bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, manambah keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata dan bekemah. Banyak wisatawan lokal, dan ada juga sesekali wisatawan asing mengunjungi gunung Nglanggeran untuk menikmati keindahan pemandangan, mencoba menaklukkan batu-batu besar untuk didaki, dan banyak juga yang hanya sekedar melepas kepenatan seusai ujian dan kebisingan kota.
Karena penasaran,saya bersama seorang teman mencoba mengunjungi tempat ini,berikut beberapa gambar yang berhasil terekam di camdig mungil saya:
SAMSUNG CAMERA PICTURES    SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES