REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL
ACCOUNTING SYSTEM FOR SMALL BUSINESS IN INDONESIA
(CASE STUDY CONVECTION BUSINESS
IN TINGKIR LOR VILLAGE)
Endang Haryani,
Faculty of Information Technology
Satya Wacana Christian University
Indonesia.

A. PENDAHULUAN
Usaha kecil memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam aspek peningkatan kerja, peningkatan pendapatan, pembangunan ekonomi dan ekspor non-migas. Selain itu, sektor ini dianggap sebagai motor penggerak bagi perekonomian pedesaan. Tapi sampai sekarang masih banyak masalah untuk menghambat pertumbuhan usaha kecil. Masalah dasar manajemen dalam usaha kecil adalah ketidakmampuan pemilik untuk menentukan gaya manajemen yang yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan tahap pengembangan. Terutama dalam pengelolaan keuangan, para pemilik usaha belum memisahkan manajemen keuangan bisnis dan keluarga. Selain itu, mereka belum merencanakannya dengan baik, dikelola
dan dilaporkan secara berkala. Hal ini disebabkan oleh tidak ada infrastruktur dan sistem akuntansi yang tepat. Dampaknya adalah pemilik usaha kecil mengalami kesulitan untuk bekerja sama dengan lembaga eksternal seperti bank atau lembaga keuangan lain. Pemilik mengalami kesulitan untuk menunjukkan kelayakan bisnis mereka ketika mereka ingin mengusulkan kredit atau membuat kontrak bisnis dengan bisnis lain.

B. MASALAH
Berdasarkan pentingnya sistem akuntansi dalam pengelolaan usaha kecil menengah di Indonesia, penelitian bertujuan untuk menghasilkan suatu system akuntansi yang dapat diterapkan oleh pemilik usaha kecil di Indonesia. Sistem akuntansi yang diusulkan adalah system model generik pembelian dan penjualan yang harus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan bisnis dan mengacu pada pendekatan manajemen pengetahuan.

C. METODOLOGI PENELITIAN
Karena studi ini ingin mengusulkan pengembangan sistem akuntansi, pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah program penelitian yang diikuti dengan program pengembangan (Borg dan Gall, 1989). Ini adalah kombinasi dari penelitian deskriptif yang menggambarkan fenomena yang sebenarnya dalam suatu objek dan eksplorasi
penelitian yang mengembangkan sistem akuntansi. Sebuah sistem akuntansi yang diusulkan difokuskan pada sistem pembelian dan penjualan karena kegiatan utamamereka adalah bisnis.

D. LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian ini adalah konveksi usaha kecil di desa Tingkir Lor, dipilih dengan sengaja karena bisnis di desa ini telah meningkat secara signifikan dalam penjualan dan memberdayakan manusia, pemerintah juga memperhatikan dengan memberikan pendampingan bagi manajemen dan teknologi. Data primer dari penelitian ini adalah
hasil wawancara terpimpin dan observasi.

E. LANDASAN TEORI
Menurut Gillespie (Mulyadi, 2001), sistem akuntansi adalah organisasi dokumen, bentuk dan laporan yang dilakukan dalam rangka memberikan informasi bagi manajemen. Berdasarkan definisi tersebut, unsur-unsur sistem akuntansi adalah dokumen, formulir dan laporan, namun dengan memperhatikan prosedur dan pengendalian internal. Oleh karena itu, diusulkan unsur dalam penelitian ini akan merujuk ke sana. Sedangkan Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

F. HASIL PENELITIAN
Desa Tingkir Lor telah dikenal sebagai pusat bisnis konveksi di Salatiga – Jawa Tengah yang memproduksi hasil konveksi seperti penutup kulkas, rice cooker, dispenser, mesin telepon, taplak meja, seprai, dan aksesori rumah lainnya. Tetapi dalam hal pengelolaan,didapat hasil dengan mewawancarai 22 pemilik yang dominan di sana, mereka menyatakan bahwa kegiatan operasi seperti penjualan dan pembelian telah ditangani oleh adat, tanpa sistem akuntansi. Mereka tidak memiliki sistem akuntansi untuk menangani transaksi mereka,itunjukkan dengan tidak ada unsur dan prosedur untuk membentuk sebuah sistem akuntansi. Sebagian besar dari mereka dokumen transaksi belum disimpan dan
diberikan dan juga tidak mencatat transaksi dalam bentuk jurnal atau buku.
Karena tidak ada sistem akuntansi, pemilik menghadapi banyak kesulitan dan informasi apa yang dibutuhkan untuk akuntansi memperbaiki kesulitan. Dengan berdiskusi dengan pemilik, sebenarnya mereka telah menyadari pentingnya
sistem akuntansi, tetapi mereka memiliki keterbatasan waktu, dana, pengetahuan dan kemampuan untuk mewujudkannya. Sistem yang diusulkan akuntansi harus didukung oleh kondisi dan latar belakang pemilik karena factor tersebut akan mempengaruhi pada pelaksanaan dan pemanfaatan system.
Akuntansi yang diusulkan telah diterapkan untuk menangani transaksi satu bulan. Satu transaksi penjualan kredit membutuhkan sekitar 2 – 4 menit, dan 2 – 3 menit untuk transaksi penjualan tunai. Berkaitan dengan mendanai belanja untuk menyediakan dokumen dan bentuk, pemilik perlu 6 buku yang dapat digunakan untuk lebih dari satu tahun dan satu penjualan
buku faktur untuk 25 transaksi. Ini adalah pengeluaran yang rendah bagi pemilik. Sementara itu, pemilik melakukan pelaporan setiap akhir bulan. Dengan kemungkinan ini, pemilik belum menghadapi kesulitan, mereka hanya membutuhkan lebih banyak waktu. Berdasarkan
penyelesaian, bentuk pembelian dan penjualan dapat berfungsi sebagai laporan pembelian atau penjualan (pembelian atau penjualan rekapitulasi). Setelah menyelesaikan transaksi bulan, pemilik bisa menangani transaksi mereka dengan baik, kecuali untuk kartu bahan
persediaan karena ada standar yang berbeda dari pemakaian bahan untuk setiap produk. Hal ini rumit untuk memiliki detail menghitung. Pemilik dapat melakukan audit bahan fisik kapan saja. Berdasarkan pelaksanaan, fungsi kartu persediaan bisa dimanfaatkan sebagai bentuk (jurnal / buku besar). Pada awal desain, laporan persediaan dan uang tunai yang seharusnya dilaksanakan.
Dengan pengujian sistem, pengendalian intern dapat ditunjukkan, terutama pada persediaan dan uang tunai. Semua controlling dilakukan oleh pemilik. Ketika ada penghitungan yang salah dan perbedaan antara bentuk dan fisik, pemilik dapat mengetahui penyebab segera. Ini akan menyebabkan mencapai tujuan pengendalian internal.

G. KESIMPULAN
Sistem akuntansi adalah bagian utama dari setiap perusahaan, juga usaha kecil. Meskipun harus sederhana dan mudah digunakan, itu harus dikembangkan secara tepat. Sistem akuntansi yang diusulkan dalam bisnis konveksi Tingkir Lor telah ditetapkan apa kekuatan dan kelemahan dari usaha kecil dan berhasil diuji selama satu bulan.
Ada cara alternatif untuk mengembangkan sistem akuntansi yang diusulkan yang
dapat didekati dengan manajemen pengetahuan. Empat mode penciptaan pengetahuan akan memfasilitasi bisnis dan pemiliknya untuk menambahkan beberapa modul dalam sistem akuntansi dan untuk merekayasa ulang proses bisnis dalam menyediakan sistem akuntansi sebagai infrastruktur bisnis untuk membantu usaha kecil mencapai keunggulan kompetitif.

H. KOMENTAR (KEKURANGAN DAN KELEBIHAN)
Keunggulan jurnal ini menurut pendapat saya adalah terdapat grafik atau tabel dalam proses penelitiannya,sehingga lebih memudahkan pembaca memahami jurnal ini.
Menurut pendapat saya kekurangan yang terdapat pada jurnal ini adalah walaupun sudah ada tabel,jurnal ini berbentuk deskriptif sehingga pembaca kurang memahami alur penelitian dan dibutuhkan pemikiran yang masak untuk mencerna isi jurnal. Dalam jurnal ini tidak terdapat instrumen penelitian sehingga pembaca tidak dapat mengetahui dengan pasti kriteria apa saja yang dilakukan pada penelitian ini.

 

Iklan

Posted on 29 Juni 2014, in Tugas Kuliah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: