JURNAL PEMBALIK (REVERSING JURNAL)

Jurnal Pembalik
Sumber: http://www.dikmenum.go.id
 



Pengertian
Apa yang dimaksud dengan jurnal pembalik? Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru.

Jurnal ini bukan merupakan keharusan meskipun

tercantum dalam siklus akuntansi. Jurnal pembalik dibuat dengan tujuan agar pencatatan pada periode berikutnya dapat dilakukan secara wajar sesuai dengan sistem akuntansi yang dipakai.

Hal-hal yang memerlukan Jurnal Pembalik, antara lain:

  1. Beban-beban yang masih harus dibayar.
  2. Beban dibayar di muka (bila dicatat sebagai beban).
  3. Pendapatan yang masih harus diterima.
  4. Pendapatan diterima di muka (bila dicatat sebagai pendapatan).

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu-persatu.

1. Beban yang masih harus dibayar
Contoh: Sebuah perusahaan membayar upah mingguan kepada karyawan. Pembayaran upah senantiasa dilakukan pada hari Sabtu untuk 6 hari kerja @ Rp. 10.000,00 = Rp. 60.000,00.

Minggu ke I
Minggu ke II
Minggu ke III
Minggu ke IV
tgl. 06-12-1990
tgl. 13-12-1990
tgl. 20-12-1990
tgl. 27-12-1990
Rp. 60.000,00
Rp. 60.000,00
Rp. 60.000,00
Rp. 60.000,00

Pada tanggal 27-12-1990 jumlah rekening beban upah adalah Rp. 240.000,00. Pada tanggal 31-12-1990 waktu menutup buku masih terutang upah 3 hari @ Rp. 10.000,00 = Rp. 30.000,00. Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban upah yang terutang adalah sebagai berikut.

Pada tgl. 1 Januari 1991 ayat jurnal penyesuaian ini memrlukan jurnal balik sebagai berikut.

Untuk lebih jelasnya perhatikan jurnal penyesuaian dan pembalik untuk upah yang terutang pada akun di bawah ini.

Perhatikan dengan seksama. Walaupun pada tgl. 31 Januari 1991 kita membayar upah 6 hari = Rp. 60.000,00 tetapi yang menjadi beban hanya Rp. 30.000,00, karena sejumlah Rp. 30.000,00 yang telah menjadi beban tahun 1990 telah dibalikkan (reversing) ke sebelah yang berlawanan dengan pembayaran beban.

Untuk materi tersebut di atas alangkah baiknya Anda mempelajari dengan tekun karena materi ini termasuk yang rumit baik teoritis maupun praktis. Apabila Anda telah memahaminya mari kita lanjutkan materi berikutnya tentang beban dibayar di muka.

2. Beban dibayar di muka (bila dicatat sebagai beban)
Contoh: Pada tgl. 1 Oktober 1990 dibayar premi asuransi untuk masa 1/10-1990 – 30/10¬1991 Rp. 120.000,00 atau 1 tahun Rp. 120.000,00
per bulan 120.000,00 / 12 = 10.000,00

Maka pembukuan pada tgl. 1 Oktober 1990 adalah sbb.:

Untuk membuat ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun yaitu pada tgl. 31 Oktober 1990. Dari jumlah premi asuransi yang Rp. 120.000,00 baru 3 bulan (1/10-1990 – 31/12¬1990) yang merupakan biaya 3 x Rp. 30.000,00 selebihnya masih merupakan harta.

Maka jurnal penyesuaian adalah sbb.:

Pada tgl. 1 Januari 1991 ayat jurnal penyesuaian ini memerlukan jurnal balik sbb.:

Untuk lebih mengerti perhatikan bagan di bawah ini!
Contoh teknis pembukuan:

Untuk lebih jelasnya perhatikan jurnal penyesuaian pembalik untuk beban dibayar di muka yang dicatat sebagai beban.

3. Pendapatan yang harus diterima
Perhatikan ilustrasi di bawah ini! Contoh: Sebuah perusahaan pada tanggal 1/12-1990 kepada perusahaan fotocopy dengan pembayaran sewa 3 bulan Rp. 150.000,00 dibayar di belakang setelah berakhir perjanjian yaitu tanggal 31/3-1991. Pada akhir Desember (31/12-1990) perusahaan ini telah mempunyai hak atas pendapatan sewa 1/3-nya atau 1 bulan sebesar Rp. 50.000,00 walaupun pembayaran belum diterima. Karena itu pada tanggal 31/12-1990 dibuat jurnal penyesuaian sbb.:

Pada 1 Jaunuari 1991 ayat penyesuaian di atas memerlukan jurnal pembalik yaitu sbb.:

Waktu menerima sewa 31/3-1991 adalah sbb:

Untuk lebih jelasnya perhatikan jurnal penyesuaian dan jurnal pembalik untuk piutang sewa pada akun di bawah ini.

Piutang sewa

Perhatikan dengan seksama tentang materi pendapatan yang masih harus diterima.

Pada tanggal 31/12-1990 perusahaan memperoleh laba Rp. 50.000,00 untuk pendapatan 1990. Pada tanggal 31/3-1991 walaupun perusahaan menerima uang Rp. 150.000,00 akan tetapi pendapatan dari tahun tersebut hanya Rp. 100.000,00. Hal ini disebabkan jumlah Rp. 50.000,00 yang telah menjadi pendapatan tahun 1990 dibalikkan (reversing) kembali ke rekening pendapatan ke sebelah yang berlawanan dari penerimaan sewa.

Pendapatan diterima di muka (dicatat sebagai pendapatan).
Contoh: Tanggal 1 Desember 1990 diterima uang hasil sewa untuk rumah yang disewakan, sewa untuk 4 bulan yang akan datang sebesar Rp. 400.000,00. Jurnal tanggal 1 Desember pada saat menerima sewa.

Pada penutupan buku tgl. 31 Desember 1990 sewa yang diterima baru 1 bulan atau Rp. 100.000,00 dari Rp. 400.000,00 untuk periode 1990, dan sisanya sebesar Rp. 300.000,00 masih merupakan piutang yang harus dilunasi dengan menyediakan rumah yang disewakan untuk 3 bulan lagi. Maka jurnal penyesuaian untuk tgl. 31 Desember adalah sebagai berikut:

Pada tanggal 1 Januari 1991 ayat jurnal penyesuaian ini memerlukan jurnal balik sebagai berikut:

Untuk lebih mengerti perhatikan bagan di bawah ini!
Contoh teknis pembukuan:

Untuk lebih jelasnya perhatikan jurnal penyesuaian dan pembalik untuk pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan.

Sewa diterima di muka

Iklan

Posted on 2 Juli 2014, in Economic&Accounting, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: