NASIONALISME SEBAGAI KUNCI KEUTUHAN NKRI

MAKALAH
DISUSUN UNTUK MELENGKAPI TUGAS MATA KULIAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PENGAMPU : Dr.TJIPTO SUBADI,M.Si

NASIONALISME SEBAGAI KUNCI KEUTUHAN NKRI

DISUSUN OLEH
NAMA : DEWI TRI UTAMI
NIM : A210110066

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan taufiq dan hidayah-Nya dan yang telah menganugerahkan setetes samudera ilmu dan hikmah-Nya untuk seluruh umat manusia yang dikehendaki-Nya yang berkehendak untuk mencapai cahaya pengetahuan-Nya.
Semoga senyum Allah SWT. senantiasa menyertai aktivitas kita, selaku khalifah di muka bumi ini. Tiada ucapan yang paling baik pada kesempatan ini selain ucapan alhamdulillah atas selesainya makalah mengenai Nasionalisme sebagai Kunci Keutuhan NKRI ini. Penulis sadar bahwa selesainya makalah ini tidak lepas dari bantuan pihak-pihak lain yang dengan keikhlasannya mau membantu penulis. Maka, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih.
Penulis juga mengakui bahwasanya makalah ini jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

 

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung potensi kerawanan akibat keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan, hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi timbulnya konflik sosial. Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat.
Kondisi seperti ini dapat terlihat dengan meningkatnya konflik yang bernuasa SARA, serta munculya gerakan-gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI akibat dari ketidak puasan dan perbedaan kepentingan, apabila kondisi ini tidak di selesaikan dengan baik akhirnya akan berdampak pada disintegrasi bangsa.
Masalah disintegrasi bangsa merupakan salah satu prioritas pokok dalam program kerja kabinet gotong royong. Permasalahan ini sangat kompleks sebagai akibat akumulasi permasalahan Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang saling tumpang tindih, apabila tidak cepat dilakukan tindakan-tindakan bijaksana untuk menanggulangi sampai pada akar permasalahannya maka akan menjadi problem yang berkepanjangan.

2. TUJUAN

Makalah ini tidak lain bertujuan sebagai bahan pembelajaran kita agar lebih memahami tentang makna nasionalisme dan pentingnya nasionalisme,agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

 

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN NASIONALISME

Nasionalisme adalah menunjukkan rasa satu kesatuan yang khas sebagai suatu bangsa yang di infestasikan dalam bidang social,politik,ekonomu,kebudayaan,ideology dan psikologi baik keluar maupun ke dalam (soegito,2001:61).
Nasionalisme adalah suatu sikap dimana kesetiaan,rasa cinta tanah air seseorang secara total di abdikan kepada bangsa dan negaranya.
Nasionalisme merupakan suatu paham keyakinan suatu bangsa dimana mereka merasa dalam satu ikatan kesatuan dan persatuan sbagai suatu bangsa.

B. PENTINGNYA RASA NASIONALISME

Semangat nasionalisme berperan penting bagi suatu negara. Maju mundurnnya suatunegara dapat dilihat dari seberapa besar semangat nasinalisme yang dimiliki. Apabilasuatu negara ingin tetap bersatu dan maju, maka semangat nasionalisme harus dimilikioleh setiap warga negara pada umumnya, dan generasi muda pada khususnya. Dimanagenerasi muda adalah generasi penerus bangsa, penentu perjalanan bangsa di masaselanjutnya. Sebab generasi muda mempunyai kelebihan pemikiran, semangat, serta sifatkritisnya. Namun kelebihan tersebut masih kurang jika tidak diiringi dengan semangatnasinalisme. Generasi muda harus mempunyai sikap bangga terhadap bangsanya,semangat kebersamaan, mengakui pengalaman sejarah dan kebudayaan bersama, sertaterikat pada adat dan tradisi. Jika generasi pemuda menyadari pentingnya nasionalismetersebut, maka jalan untuk memperbaiki kecacatan negara kita akan semakin terbukalebar. Namun sangat disayangkan, nampaknya generasi muda sekarang belum seperti itu.Sebagaimana yang disampaikan oleh pencipta lagu Bangun Pemuda-Pemudi, AlfredSimanjuntak bahwa semangat nasionalisme generasi muda sekarang sangatlah kurang.Mereka tidak dinamis, terlena dengan budaya konsumtif. Mereka cenderung individual,egois, mementingkan diri sendri dan luput memikirkan nasib bangsanya. Mereka jugakurang cinta terhadap tanah airnya sendiri, serta tidak punya semangat bersaing untuk menjadi pemuda yang terbaik di dunia.Banyak juga masalah-masalah yang muncul akibat kurangnya jiwa nasionalisme paragenerasi muda. Misalnya saja konflik antar suku yang mengakibatkan pertumpahandarah, ketidakpedulian terhadap lagu dan bendera kebangsaan, kurang perhatian terhadapkebudayaan dan kesenian daerah, konflik antar agama, demonstrasi yang berujungtindakan anarki. Semua hal tersebut memanglah gambaran dari sebuah keadaan generasimuda yang ada di indonesia

 

 

C. FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA RASA NASIONALISME BANGSA INDONESIA

Berikut ini merupakan beberapa factor yang menyebabkan rendahnya rasa nasionalisme masyarakat Indonesia :

a.Geografi
Indonesia yang terletak pada posisi silang dunia merupakan letak yang sangat strategis untuk kepentingan lalu lintas perekonomian dunia selain itu juga memiliki berbagai permasalahan yang sangat rawan terhadap timbulnya disintegrasi bangsa. Dari ribuan pulau yang dihubungkan oleh laut memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan kondisi alamnya yang juga sangat berbeda-beda pula menyebabkan munculnya kerawanan sosial yang disebabkan oleh perbedaan daerah misalnya daerah yang kaya akan sumber kekayaan alamnya dengan daerah yang kering tidak memiliki kekayaan alam dimana sumber kehidupan sehari-hari hanya disubsidi dari pemerintah dan daerah lain atau tergantung dari daerah lain.

b. Demografi.
Jumlah penduduk yang besar, penyebaran yang tidak merata, sempitnya lahan pertanian, kualitas SDM yang rendah berkurangnya lapangan pekerjaan, telah mengakibatkan semakin tingginya tingkat kemiskinankarena rendahnya tingkat pendapatan, ditambah lagi mutu pendidikan yang masih rendah yang menyebabkan sulitnya kemampuan bersaing dan mudah dipengaruhi oleh tokoh elit politik/intelektual untuk mendukung kepentingan pribadi atau golongan.

c. Kekayaan Alam
Kekayaan alam Indonesia yang melimpah baik hayati maupun non hayati akan tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi negara Industri, walaupun belum secara keseluruhan dapat digali dan di kembangkan secara optimal namun potensi ini perlu didayagunakan dan dipelihara sebaik-baiknya untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat dalam peran sertanya secara berkeadilan guna mendukung kepentingan perekonomian nasional.

d. Ideologi.
Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia dalam penghayatan dan pengamalannya masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila, bahkan saat ini sering diperdebatkan. Ideologi pancasila cenderung tergugah dengan adanya kelompok-kelompok tertentu yang mengedepankan faham liberal atau kebebasan tanpa batas, demikian pula faham keagamaan yang bersifat ekstrim baik kiri maupun kanan.

e. Politik.
Berbagai masalah politik yang masih harus dipecahkan bersama oleh bangsa Indonesia saat ini seperti diberlakukannya Otonomi daerah, sistem multi partai, pemisahan TNI dengan Polri serta penghapusan dwi fungsi BRI, sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat diselesaikan secara tuntas karena berbagai masalah pokok inilah yang paling rawan dengan konflik sosial berkepanjangan yang akhirnya dapat menyebabkan timbulnya disintegrasi bangsa dan tentu saja nasionalisme pun di anggap sebagai angin lalu saja.

f. Ekonomi.
Sistem perekonomian Indonesia yang masih mencari bentuk, yang dapat pemberdayakan sebagian besar potensi sumber daya nasional, serta bentuk-bentuk kemitraan dan kesejajaran yang diiringi dengan pemberantasan terhadap KKN. Hal ini dihadapkan dengan krisis moneter yang berkepanjangan, rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan meningkatnya tingkat pengangguran serta terbatasnya lahan mata pencaharian yang layak.

g. Sosial Budaya.
Kemajemukan bangsa Indonesia memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan dapat menimbulkan konflik etnis kultural. Arus globalisasi yang mengandung berbagai nilai dan budaya dapat melahirkan sikap pro dan kontra warga masyarakat yang terjadi adalah konflik tata nilai. Konflik tata nilai akan membesar bila masing-masing mempertahankan tata nilainya sendiri tanpa memperhatikan yang lain.

h. Pertahanan dan Keamanan.
Bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat multi dimensional yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini seiring dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi dan
komunikasi. Serta sarana dan prasarana pendukung didalam pengamanan bentuk ancaman yang bersifat multi dimensional yang bersumber dari permasalahan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya.

D. PENGARUH NEGATIF GLOBALISASI NASIONALISME DAN CARA PENANGGULANGANNYA

a. Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme

1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang

2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia
.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat
.
4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.

5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

b. Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

 

 
E. UPAYA MENUMBUHKAN RASA NASIONALISME UNTUK KEUTUHAN NKRI

Adapun kebijakan yang diperlukan guna memperkukuh rasa nasionalisme adalah sebagai berikut :

1) . Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.
2) Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus.
3) Membangun kelembagaan (Pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.
4) Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak, semua wilayah.
5) Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan efektif.

Adapun strategi yang digunakan dalam penanggulangan runtuhnya rasa nasionalisme antara lain sebagai berikut :
1) Menanamkan nilai-nilai Pancasila, jiwa sebangsa dan setanah air dan rasa persaudaraan, agar tercipta kekuatan dan kebersamaan di kalangan rakyat Indonesia.
2) Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya primodialisme sempit pada setiap kebijaksanaan dan kegiatan, agar tidak terjadi KKN.
3) Meningkatkan ketahanan rakyat dalam menghadapi usaha-usaha pemecahbelahan dari anasir luar dan kaki tangannya.
4) Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan dan implementasi butir-butir Pancasila, dalam rangka melestarikan dan menanamkan kesetiaan kepada ideologi bangsa.
5) Menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan tidak kenal kompromi.
6) Membentuk satuan sukarela yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI dan Polri dalam memerangi separatis.
7) Melarang, dengan melengkapi dasar dan aturan hukum setiap usaha untuk menggunakan kekuatan massa.

 

 

BAB III
PENUTUP

Nasionalisme mutlak sangat diperlukan dalam menjaga keutuhan NKRI. Sebagai generasi muda sudah selayaknyalah sebagai generasi muda meningkatkan rasa nasionalisme,cinta tanah air dan mau berpartisipasi aktif demi keutuhan NKRI.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://argamakmur.wordpress.com/cara-mengatasi-agar-tidak-terjadi-integrasi-suatu-bangsa/
http://yochi-prayoko-sg.blogspot.com/2010/04/makna-nasionalisme.html
http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/28/173328/996440/471/nasionalisme-indonesia

Iklan

Posted on 3 Juli 2014, in Tugas Kuliah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: