Monthly Archives: Januari 2015

Valentine’s Day, Yes or No??

Valentine’s Day, Yes or No??
Apa itu hari valentine?
Bagi sebagian orang umumnya kalangan remaja, tanggal 14 Februari adalah hari yang istimewa. Hari istimewa yang biasa disebut dengan Hari Valentine tersebut sudah seperti menjadi suatu kebudayaan di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Hari Valentine dianggap sebagai Hari Kasih Sayang, orang-orang biasanya mengekspresikan kasih sayang mereka dengan cara bertukar kado, memberi kartu ucapan, memberi coklat, memberi bunga, menyatakan cinta karena dianggap momen yang pas, dan hal lainnya yang berhubungan dengan kata “romantis”.

Sejarah hari valentine
Sungguh merupakan hal yang tidak sepatutnya terjadi apabila kita mendengar bahkan kita sendiri ikut dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang readmore

Iklan

Quotes “Bang Tere”

Bicara tentang novel, karya Bang tere memang selalu menjadi favorit bagi saya terutama novel DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN. Bukan karena pengalaman pribadi tapi karena novel ini menyuguhkan sebuah kisah cinta yang sederhana namun dibalut dengan gaya tulisan yang sangat indah, romantis dan jalan cerita yang tak mudah ditebak. Tentang cinta yang terpendam, tentang semangat, kepedulian dan kasih sayang (lebay dikit sihh :D). Ah, Bang tere memang pandai memainkan kata. Terkadang sampai berhayal bisa menjadi sosok tania yang hebat, tegar, pintar tapi tentu saja di jalan cerita yang berbeda. Mungkin beberapa “quotes”  ini bisa menggambarkan menariknya novel ini untuk dibaca dan diambil maknanya.

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”

 “Kebaikan itu seperti pesawat terbang, jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.

“Cinta tak harus memiliki. Tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Dia memang sangat sempurna. Tabiatnya, kebaikannya, semuanya. Tetapi dia tidak sempurna. Hanya cinta yang sempurna.”

“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

“Dulu, saya kira, masalah hidup kita itu harus dihabisi, diperangi, diusir jauh2. Dan kita berdiri gagah jadi pemenangnya. Sekarang, tidak lagi, saya akan memutuskan menyayangi, memeluk erat2 setiap masalah hidup ini. Hidup ini bukan soal menang atau kalah. Hidup ini sungguh soal kebahagiaan dan ketentraman hati. Dan orang2 bahagia, bahkan bisa hidup damai bersama masalah hidupnya”.
“Kebaikan itu memang tak selalu harus berbentuk sesuatu yang terlihat.”

:

PROSPEK TUMBUH BANK SYARIAH

PROSPEK TUMBUH BANK SYARIAH
Oleh : Dewi Tri Utami

I. PENDAHULUAN
Sistem lembaga keuangan dalam mekanisme keuangan suatu negara telah menjadi instrument penting dalam memperlancar jalannya pembangunan suatu negara. Indonesia,yang mayoritas penduduknya beragama islam tentu saja menuntut adanya sistem baku yang mengatur dalam prakteknya.
Khusus di bidang perbankan,sejak berdirinya De Javache Bank pada tahun 1972,telah menanamkan nilai-nilai sistem perbankan yang sampai sekarang masih berlaku di masyarakat,tanpa kecuali umat Islam. Persoalan bunga bank sudah lama menjadi ganjalan umat Islam yang harus dicari solusinya. Suatu kemajuan menjelang abad XX terjadi kebangkitan umat Islam dalam segala aspek. Dalam sistem keuangan,berkembang pemikiran yang mengarah pada readmore

Quotes “Bang Tere”

Bicara tentang novel, karya Bang tere memang selalu menjadi favorit bagi saya terutama novel ini. Bukan karena pengalaman pribadi tapi karena novel ini menyuguhkan sebuah kisah cinta yang sederhana namun dibalut dengan gaya tulisan yang sangat indah, romantis dan jalan cerita yang tak mudah ditebak. Tentang cinta yang terpendam, tentang semangat, kepedulian dan kasih sayang (lebay dikit sihh :D). Ah, Bang tere memang pandai memainkan kata. Terkadang sampai berhayal bisa menjadi sosok tania yang hebat, tegar, pintar tapi tentu saja di jalan cerita yang berbeda. Mungkin beberapa “quotes”  ini bisa menggambarkan menariknya novel ini untuk dibaca dan diambil maknanya.

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”

 “Kebaikan itu seperti pesawat terbang, jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.

“Cinta tak harus memiliki. Tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Dia memang sangat sempurna. Tabiatnya, kebaikannya, semuanya. Tetapi dia tidak sempurna. Hanya cinta yang sempurna.”

“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

“Dulu, saya kira, masalah hidup kita itu harus dihabisi, diperangi, diusir jauh2. Dan kita berdiri gagah jadi pemenangnya. Sekarang, tidak lagi, saya akan memutuskan menyayangi, memeluk erat2 setiap masalah hidup ini. Hidup ini bukan soal menang atau kalah. Hidup ini sungguh soal kebahagiaan dan ketentraman hati. Dan orang2 bahagia, bahkan bisa hidup damai bersama masalah hidupnya”.
“Kebaikan itu memang tak selalu harus berbentuk sesuatu yang terlihat.”

 

:*

Cerita tokoh pewayangan “BIMA”

Tugasnya adik sih, tapi gak ada salahnya diposting disini buat nambah pengetahuan 😀

BIMA/WERKUDARA

bimaRaden Werkudara atau Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata. Tetapi ia sesungguhnya adalah putra Batara Bayu dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu tidak dapat menghasilkan keturunan. Ini merupakan kutukan dari Begawan Kimindama. Namun akibat Aji Adityaredhaya yang dimiliki oleh Dewi Kunti, pasangan tersebut dapat memiliki keturunan.
Pada saat lahirnya, Werkudara berwujud bungkus. Tubuhnya diselubungi oleh selaput tipis yang tidak dapat disobek oleh senjata apapun. Hal ini membuat pasangan Dewi Kunthi dan Pandu sangat sedih. Atas anjuran dari Begawan Abiyasa, Pandu kemudian membuang bayi bungkus tersebut di hutan Mandalasara. Selama delapan tahun bungkus tersebut tidak pecah-pecah dan mulai berguling kesana kemari sehingga hutan yang tadinya rimbun menjadi rata dengan tanah. Hal ini membuat penghuni hutan kalang kabut. Selain itu para jin penghuni hutan pun mulai readmore