Quotes “Bang Tere”

Bicara tentang novel, karya Bang tere memang selalu menjadi favorit bagi saya terutama novel ini. Bukan karena pengalaman pribadi tapi karena novel ini menyuguhkan sebuah kisah cinta yang sederhana namun dibalut dengan gaya tulisan yang sangat indah, romantis dan jalan cerita yang tak mudah ditebak. Tentang cinta yang terpendam, tentang semangat, kepedulian dan kasih sayang (lebay dikit sihh :D). Ah, Bang tere memang pandai memainkan kata. Terkadang sampai berhayal bisa menjadi sosok tania yang hebat, tegar, pintar tapi tentu saja di jalan cerita yang berbeda. Mungkin beberapa “quotes”  ini bisa menggambarkan menariknya novel ini untuk dibaca dan diambil maknanya.

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”

 “Kebaikan itu seperti pesawat terbang, jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.

“Cinta tak harus memiliki. Tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Dia memang sangat sempurna. Tabiatnya, kebaikannya, semuanya. Tetapi dia tidak sempurna. Hanya cinta yang sempurna.”

“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

“Dulu, saya kira, masalah hidup kita itu harus dihabisi, diperangi, diusir jauh2. Dan kita berdiri gagah jadi pemenangnya. Sekarang, tidak lagi, saya akan memutuskan menyayangi, memeluk erat2 setiap masalah hidup ini. Hidup ini bukan soal menang atau kalah. Hidup ini sungguh soal kebahagiaan dan ketentraman hati. Dan orang2 bahagia, bahkan bisa hidup damai bersama masalah hidupnya”.
“Kebaikan itu memang tak selalu harus berbentuk sesuatu yang terlihat.”

 

:*

Iklan

Posted on 18 Januari 2015, in Karyaku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: