Monthly Archives: Februari 2015

Melawan Kegalauan

RAHUL PANGERANTA GINTING

galau 1

Galau udah jadi hal yang pasaran dan sering melanda kaum-kaum labil seperti anak muda, termasuk saya. Definisi galau sederhana. Galau adalah kondisi di mana seseorang antara “IYA” dan “TIDAK”, antara “Hitam” dan “Putih”, jadi selalu berwarna “Abu-abu” atau menggantung dan digantung. Bisa disimpulkan, galau adalah keadaan yang setengah-setengah.

Percaya atau nggak, sesuatu yang setengah-setengah memang bahaya. Mau pangkas rambut dengan hasil setengah jadi? Minta abang tukang pangkas buat pangkas gaya cepak, tapi cuman setengah kepala yang galau 2dicepakin, setengahnya lagi masih gondrong. Otomatis nggak ada yang mau. Mau dapat pakaian yang setengah jadi? Otomatis nggak ada yang mau, entar jadinya malah masuk angin. Dan satu lagi, mau dapat pacar yang setengah-setengah? Setengah cowok, setengah cewek? Entar pipisnya gimana cobanya? (jangan dibayangkan, entar nggak jadi makan siang). Saya percaya yang ini pasti nggak ada yang mau. Semuanya pasti pengen yang totalitas.

Kata galau sendiri dapat diartikan sebagai suatu perasaan yang sedang kacau…

Lihat pos aslinya 606 kata lagi

Iklan

Fakta Google

RAHUL PANGERANTA GINTING

google Merdeka.com – Google adalah sebuah perusahaan sekaligus brand di internet ternama di dunia. Sejak didirikan pada tanggal 04 September 1998 lalu, sampai sekarang, Google tercatat sebagai salah satu perusahaan dengan penghasilan tahunan terbesar di dunia.

Tentunya, dari berdiri sampai sekarang ini, ada banyak sekali fakta-fakta menarik yang mengiringi tumbuh dan berkembangnya Google menjadi sebuah perusahaan besar.

Mulai dari uniknya pemilihan nama perusahaan sampai dengan sampai digugat oleh karyawannya karena masalah diskriminasi. Berikut fakta-fakta unik yang iringi perjalanan Google.

1. Tidak seperti perusahaan-perusahaan lainnya, Google baru membuka Initial Public Offering pertamanya adalah tanggal 19 Agustus 2004, padahal perusahaan ini didirikan pada tanggal 04 September 1998.

2. Hampir semua karyawan di Google disebut dengan nama Googler, sedangkan untuk para karyawan baru dengan sebutan Noogler.

3. Berdasarkan Alexa, Google merupakan website paling sering digunakan di seluruh dunia.

4. Versi awal Google dikembangkan di Stanford dan hanya dapat menganalisis 30 sampai 50 halaman saja…

Lihat pos aslinya 325 kata lagi

Rindu Tere Liye“Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya, segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita. Mulailah menerima dengan lapang hati. Karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi. Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa basi menyapa pun tidak. Tidak peduli, Nah. Kabar baiknya, karena kita tidak bisa mengendalikannya, bukan berarti kita jadi makhluk tidak berdaya. Kita tetap bisa mengendalikan diri sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah bersedia menerimanya, atau mendustakannya.”

Bukti Ilmiah Kebenaran Al Quran part4: Bulan Pernah Terbelah Dua

bluemoonAl Quran adalah kitab yang ayat-ayatnya diturunkan langsung oleh Allah Swt kepada Rasulullah saw, sebagai petunjuk bagi umat manusia agar mereka berpikir. Allah pun menjamin, isi Al Quran tidak akan berubah sampai kapanpun, sehingga tak perlu ada keraguan untuk meyakini ayat-ayat di dalamnya.

Al Quran berisikan banyak hal, salah satunya mukjizat yang baru bisa dibuktikan oleh manusia setelah 1400 tahun kemudian. Mukjizat itu diantaranya adalah terbelahnya bulan menjadi dua, yang disampaikan Allah Swt dalam Firman-Nya:

“Sungguh READMORE

Bukti Ilmiah Kebenaran Al Qur’an part3 : Air asin dan air tawar

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam.

Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…” Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing .. ” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju min huma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa AlQur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam. Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung.

Ditulis oleh : zainadi furqon Journey to Islam