Review Jurnal Akuntansi (tugas mata kuliah akuntansi sektor publik)

PERSEPSI AUDITOR PUBLIK DAN AUDITOR INTERN TERHADAP STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Sri Retno Indrastanti dan Wahyono
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jalan A. Yani, Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 67102

A. PENDAHULUAN
Keandalan struktur pengendalian intern (SPI) yang digunakan dalam perusahaan merupakan faktor yang menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan. SPI yang memadai memungkinkan manajemen perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan sesuai dengan tujuan penyajian laporan keuangan (SFAC No. 1) dan sesuai karakteristik kualitatif informasi akuntansi (SFAC No. 2). Dalam hal ini manajemen perusahaan berkewajiban untuk menciptakan dan memelihara SPI yang handal tersebut.
Tujuan auditor memahami SPI adalah sebagai berikut:
1. Memenuhi standar auditing, khususnya standar pelaksanaan pemeriksaan nomer dua
2. Untuk menentukan kemungkinan dilakukan pemeriksaan
3. Untuk menentukan luasnya atau lingkup audit atau menentukan buktibukti audit yang harus dikumpulkan
4. Untuk membantu sebagai dasar merekomendasi kepada manajemen dalam mengadakan perbaikan-perbaikan SPI
Sedangkan khusus mengenai kepentingan manajemen, pada tahun 1977 Undang-Undang korupsi Amerika Serikat, Foreign Corrupt Practices Act(FCPA), menekankan bahwa manajemen dan dewan komisaris perusahaan berkewajiban untuk memelihara SPI yang memadai, terutama bila dihubungkan dengan keharusan perusahaan memberi laporan keuangan kepada Securities Exchange, sesuai dengan ketentuan Securities Exchange Act tahun 1934. Bila ketentuan ini tidak diindahkan, manajemen dan dewan komisaris perusahaan dapat dikenakan sanksi.

B. MASALAH
Manajemen dan auditor sama-sama mempunyai kepentingan terhadap SPI. Mengamati praktek di Indonesia, SPI belum diterapkan secara memadai oleh banyak perusahaan. Dugaan ini didukung oleh kenyataan, bahwa jumlah perusahaan (swasta) yang mengenal auditor intern belum mencapai 10.000 (Media Akuntansi,1994). Pengendalian intern seringkali disamakan dengan unit organisasi yang disebut dengan Satuan Pengawasan Intern(departemen internal audit) dalam perusahaan
Berdasarkan uraian di atas, yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah persepsi auditor publik terhadap penerapan SPI dalam perusahaan positif?
2. Apakah persepsi auditor intern terhadap penerapan SPI dalam perusahaan positif?
3. Apakah terdapat persamaan persepsi antara auditor publik dan auditor intern terhadap SPI?

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi Auditor Umum dan Auditor Internal tentang Struktur Pengendalian Intern. 30 Auditor Umum dan 40 Auditor Internal dalam ex Karisidenan Surakarta berpartisipasi dalam penelitian ini

D. METODOLOGI PENELITIAN
Sampel dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan mail survey. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji chi square dan uji Z

E. LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di daerah eks karesidenan Surakarta, dengan pertimbangan bahwa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berlokasi di wilayah tersebut bisa diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap pengembangan wilayah atau lingkungannya

F. KESIMPULAN
Dengan diketahui gambaran tentang persepsi akuntan publik dan akuntan
intern terhadap SPI yang ada di wilayah eks karesidenan Surakarta ini, diharapkan
dapat dijadikan dasar dalam mengevaluasi penerapan prosedur pemeriksaan. Hasil
penelitian mengenai persepsi auditor di eks karesidenan Surakarta diharapkan dapat dikembangkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut di wilayah lain, memperoleh jawaban penyebabnya atau topik penelitian lain yang pada hakekatnya adalah untuk mendorong penerapan dan pemeliharaan SPI yang berfungsi sebagai bagian untuk mencapai suatu tujuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan:
1. Ada perbedaan persepsi antara auditor publik dan auditor intern terhadap penerapan struktur pengendalian intern.
2. Persepsi auditor intern terhadap penerapan struktur pengendalian intern positif, adapun.
3. Persepsi auditor publik terhadap penerapan struktur pengendalian intern negatif.

Iklan

Posted on 13 Februari 2015, in Economic&Accounting. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: