Bukti Ilmiah Kebenaran Al Quran part4: Bulan Pernah Terbelah Dua

bluemoonAl Quran adalah kitab yang ayat-ayatnya diturunkan langsung oleh Allah Swt kepada Rasulullah saw, sebagai petunjuk bagi umat manusia agar mereka berpikir. Allah pun menjamin, isi Al Quran tidak akan berubah sampai kapanpun, sehingga tak perlu ada keraguan untuk meyakini ayat-ayat di dalamnya.

Al Quran berisikan banyak hal, salah satunya mukjizat yang baru bisa dibuktikan oleh manusia setelah 1400 tahun kemudian. Mukjizat itu diantaranya adalah terbelahnya bulan menjadi dua, yang disampaikan Allah Swt dalam Firman-Nya:

“Sungguh

telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah…”(QS. Al Qamar : 01)

Bukti Kebenaran Al Quran: Bulan Pernah Terbelah Dua

Turunnya ayat ini terkait dengan peristiwa yang dialami Nabi Muhammad saw pada saat penyebaran agama Islam di Mekkah.

Pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, menceritakan sebuah kisah tentang terbelahnya bulan menjadi dua, saat ia menjadi pembicara dalam diskusi yang mengambil tema mukjizat ilmiah Al Quran yang diselenggarakan di Universitas Cardiff, Inggris, yang dihadiri oleh peserta muslim dan nonmuslim.

Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah ke Madinah.

Bukti Bulan Terbelah 1

Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu..”

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?”

“Coba belah bulan..” jawab mereka

Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar-benar-nya.

Serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”

Mereka pun tidak percaya begitu saja dengan apa yang mereka lihat. Menurut mereka, jika bukan sihir, maka orang-orang yang tidak ada di tempat tersebut bisa juga melihat bulan terbelah. Karena itu, mereka pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah, menunggu orang-orang yang baru pulang dari perjalanan. Ketika datang rombongan pertama yang pulang dari perjalanan ke  Mekkah, orang-orang musyrik pun bertanya,

“Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?”

Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masing-nya kemudian bersatu kembali…”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).

Kebenaran terbelahnya bulan menjadi dua pun ternyata dibuktikan secara ilmiah. Dalam suatu diskusi di televisi Inggris, tiga orang pakar ruang angkasa Amerika Serikat yang menjadi tamu dalam diskusi tersebut menceritakan, pihaknya telah mengeluarkan dana sebesar 100 juta dollar untuk mengadakan penelitian tentang hakikat kandungan bulan dan hasilnya mereka menyatakan bahwa bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.

Ketika presenter bertanya, bagaimana mereka bisa yakin akan hal tersebut, mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu-batuanan yang terpisah (karena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”

Bukti lain yang memperkuat fakta bahwa bulan pernah terbelah dua pada masa Nabi Muhammad adalah catatan sejarah India dan China Kuno.

Dalam buku Ma Dalla Alaihi al Qur’an, Sayyid Mahmud Syukri Al Alusi yang mengutip buku Tarikh Al Yamini menuliskan bahwa dalam sebuah penaklukan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud bin Sabaktakin al Ghaznawi terhadap satu kerajaan yang masih menganut Paganisme (penyembahan terhadap berhala) di India, ditemukan lempengan batu di dalam sebuah istana taklukkan tersebut. Pada lempengan itu terpahat tulisan yang berbunyi, “Istana ini dibangun pada malam terbelahnya bulan dan peristiwa itu mengandung pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran.”

Subhanallah, mukjizat yang dilimpahkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw pada  1400 tahun lalu, terbukti benar secara ilmiah. Dengan demikian, tidak perlu lagi ada keraguan terhadap kebenaran ayat-ayat Al Quran.

Sahabat , tentunya masih banyak kandungan ayat-ayat Al Quran yang bisa menjadi bahan renungan kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Mari jadikan Al Quran sebagai bacaan, bukan pajangan. Ayo ngaji tiap hari! *** (roni ramdan/ dari berbagai sumber)

Iklan

Posted on 27 Februari 2015, in Islami. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: