Akuntansi Syariah

Apa kabar blogku??, lama banget gak kebuka. Bukannya sok sibuk, tapi mungkin lagi males nulis aja..heheee, pengakuan. Yang lagi nyari ilmu tentang akuntansi syariah, mungkin ini bisa membantu. sumbernya googling tapi juga dari baca-baca buku tentunya.
Secara etimologi , kata akuntansi berasal dari bahasa Inggris, accounting. Untuk pengertian akuntansi secara umum sudah pernah dibahas di blog ini sebelumnya. nah, kalau dalam bahasa Arabnya disebut “ Muhasabah” yang berasal dari kata hasaba, hasiba, muhasabah, atau wazan yang lain adalah hasaba, hasban, hisabah, artinya menimbang, memperhitungkan mengkalkulasikan, mendata, atau menghisab, yakni menghitung dengan seksama atau teliti yang harus dicatat dalam pembukuan tertentu.
Menurut Sofyan S. Harahap (Akuntansi Sosial ekonomi dan Akuntansi Islam hal 56) mendefinisikan

:” Akuntansi Islam atau Akuntansi syariah pada hakekatnya adalah penggunaan akuntansi dalam menjalankan syariah Islam.
Secara ringkas, berikut perbedaan akuntansi syariah vs akuntansi konvensional (umum):

Akuntansi Syari’ah
1.Keaadaan entitas didasarkan pada bagi hasil.
2.Kelangsungan usaha tergantung pada persetujuan kontrak antara kelompok yang terlibat dalam aktivitas bagi hasil.
3.Setiap tahun dikenai zakat, kecuali untuk pertanian yang dihitung setiap panen.
4.Menunjukkan pemenuhan hak dan kewajiban kepada Allah SWT, masyarakat dan individu.
5.Berhubungan erat dengan konsep ketaqwaan, yaitu pengeluaran materi maupun non-materi untuk memenuhi kewajiban.
6.Berhubungan dengan pengukuran dan pemenuhan tugas atau kewajiban kepada Allah SWT, masyarakat dan individu.
7.Pemilihan teknik akuntansi dengan memperhatikan dampak baik buruknya pada masyarakat.

Akuntansi Konvensional
1.Entitas dipisahkan antara bisnis dan pemilik.
2.Kelangsungan bisnis secara terus menerus, yaitu didasarkan pada realisasi aset.
3.Periode akuntansi tidak dapat menunggu sampai akhir kehidupan perusahaan dengan mengukur keberhasilan aktivitas perusahaan.
4.Bertujuan untuk pengambilan keputusan.
5.Reabilitas pengurang digunakan dengan dasar pembuatan keputusan
6.Dihubungkan dengan kepentingan relatif mengenai informasi pembuatan keputusan.
7.Pemilihan teknik akuntansi yang sedikit berpengaruh pada pemilik.

Untuk lebih detailnya, ada di post selanjutnya. sekian,terimakasih

Iklan

Posted on 24 Oktober 2015, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: