Category Archives: Economic&Accounting

Soal dan jawaban pph pasal 22

Bagi temen-temen mencari referensi soal-soal perpajakan terutama pph 22, berikut ini ada dua contoh soal yang saya buat dan sekaligus saya jawab sendiri..hehee. (tugas kuliah juga sih tapi gak ada salahnya diposting disini).

SOAL 1 :

1. PT. DEWITRI importir alat elektronik dari Jepang. Pada bulan Mei 2013,memasukkan barang dengan cost U$ 50.000 ,insurance U$ 3.000,Freight U$ 6.000,Bea masuk 5 % dari CIF,Bea masuk tambahan 20 %.Kurs U$ =10.000
Hitung PPh Pasal 22 :
a. Jika Punya API
b. Jika tidak punya API
c. Jika melalui inden dengan Handling fee U$ = 500,00.Adakah penghematan pajak?

JAWABAN :

Cost           : 50.000 x 10.000 =Rp.500.000.000
Insurance : 3.000 x 10.000   =Rp.   30.000.000
Freight      : 6.000 x 10.000   =Rp.   60.000.000

Rp.59.000                                   Rp. 590.000.000
Bea Masuk 5 %           = Rp. 29.500.000
Bea Tambahan 20 % = Rp.118.000.000 +
Nilai Impor  =Rp 737.500.000
a. PPh pasal 22 :2,5 % x 737.500.000 =Rp.18.437.500
b. PPh pasal 22 :7,5 % x 737.500.000 =Rp.55.312.500
c. HF = Rp.500,00 x 59.000 = Rp.29.500.000
Penghematan pajak :
Rp.55.312.500 – (Rp. 18.437.500 + Rp. 29.500.000) =Rp.7.375.000

 
SOAL 2:
2. PT. Utami melakukan penyerahan BKP ke Dispora Surakarta Rp.1.400.000 yang pembayaran oleh bendaharawan.
Jumlah uang yang diterima PT.Melati,jika :
a. BKP tersebut tidak termasuk PPN
b. BKP termasuk PPN 10 %
c. BKP termasuk PPN 10 %,PPn BM 20 %

JAWABAN

a. Harga barang                                     =Rp.1.400.000
PPh pasal 22 :1,5 % x Rp.1.400.000 =Rp. 21.000 –
Jumlah uang yang diterima                =Rp.1.379.000

b. Harga barang =Rp.1.400.000
PPN :10/110 x Rp.1.400.000 =Rp. 127.273 –
Harga pembelian Rp.1.272.727

PPh pasal 22 :1,5 % x Rp.1272.727 =Rp. 19.091 –
Jumlah uang yang diterima =Rp.1.253.636

c. Harga barang =Rp.1.400.000
PPN:10 x Rp.1.400.000 =Rp. 107.692
130
PPnBM :20 x Rp.1.400.000 =Rp. 215.385 –
130 Rp.1.076.923
PPh pasal 22 :1,5 % x Rp.1.076.923 =Rp. 16.154 –
Jumlh uang yang diterima Rp.1.060.769

Review Jurnal Akuntansi (tugas mata kuliah akuntansi sektor publik)

PERSEPSI AUDITOR PUBLIK DAN AUDITOR INTERN TERHADAP STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Sri Retno Indrastanti dan Wahyono
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jalan A. Yani, Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta 67102

A. PENDAHULUAN
Keandalan struktur pengendalian intern (SPI) yang digunakan dalam perusahaan merupakan faktor yang menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan. SPI yang memadai memungkinkan manajemen perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan sesuai dengan tujuan penyajian laporan keuangan (SFAC No. 1) dan sesuai karakteristik kualitatif informasi akuntansi (SFAC No. 2). Dalam hal ini manajemen perusahaan berkewajiban untuk menciptakan dan memelihara SPI yang handal tersebut.
Tujuan auditor memahami SPI adalah sebagai berikut:
1. Memenuhi standar auditing, khususnya standar pelaksanaan pemeriksaan nomer dua
2. Untuk menentukan kemungkinan dilakukan pemeriksaan
3. Untuk menentukan luasnya atau lingkup audit atau menentukan buktibukti audit yang harus dikumpulkan
4. Untuk membantu sebagai dasar merekomendasi kepada manajemen dalam mengadakan perbaikan-perbaikan SPI
Sedangkan khusus mengenai kepentingan manajemen, pada tahun 1977 Undang-Undang korupsi Amerika Serikat, Foreign Corrupt Practices Act(FCPA), menekankan bahwa manajemen dan dewan komisaris perusahaan berkewajiban untuk memelihara SPI yang memadai, terutama bila dihubungkan dengan keharusan perusahaan memberi laporan keuangan kepada Securities Exchange, sesuai dengan ketentuan Securities Exchange Act tahun 1934. Bila ketentuan ini tidak diindahkan, manajemen dan dewan komisaris perusahaan dapat dikenakan sanksi.

B. MASALAH
Manajemen dan auditor sama-sama mempunyai kepentingan terhadap SPI. Mengamati praktek di Indonesia, SPI belum diterapkan secara memadai oleh banyak perusahaan. Dugaan ini didukung oleh kenyataan, bahwa jumlah perusahaan (swasta) yang mengenal auditor intern belum mencapai 10.000 (Media Akuntansi,1994). Pengendalian intern seringkali disamakan dengan unit organisasi yang disebut dengan Satuan Pengawasan Intern(departemen internal audit) dalam perusahaan
Berdasarkan uraian di atas, yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah persepsi auditor publik terhadap penerapan SPI dalam perusahaan positif?
2. Apakah persepsi auditor intern terhadap penerapan SPI dalam perusahaan positif?
3. Apakah terdapat persamaan persepsi antara auditor publik dan auditor intern terhadap SPI?

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi Auditor Umum dan Auditor Internal tentang Struktur Pengendalian Intern. 30 Auditor Umum dan 40 Auditor Internal dalam ex Karisidenan Surakarta berpartisipasi dalam penelitian ini

D. METODOLOGI PENELITIAN
Sampel dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan mail survey. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji chi square dan uji Z

E. LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di daerah eks karesidenan Surakarta, dengan pertimbangan bahwa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berlokasi di wilayah tersebut bisa diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap pengembangan wilayah atau lingkungannya

F. KESIMPULAN
Dengan diketahui gambaran tentang persepsi akuntan publik dan akuntan
intern terhadap SPI yang ada di wilayah eks karesidenan Surakarta ini, diharapkan
dapat dijadikan dasar dalam mengevaluasi penerapan prosedur pemeriksaan. Hasil
penelitian mengenai persepsi auditor di eks karesidenan Surakarta diharapkan dapat dikembangkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut di wilayah lain, memperoleh jawaban penyebabnya atau topik penelitian lain yang pada hakekatnya adalah untuk mendorong penerapan dan pemeliharaan SPI yang berfungsi sebagai bagian untuk mencapai suatu tujuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan:
1. Ada perbedaan persepsi antara auditor publik dan auditor intern terhadap penerapan struktur pengendalian intern.
2. Persepsi auditor intern terhadap penerapan struktur pengendalian intern positif, adapun.
3. Persepsi auditor publik terhadap penerapan struktur pengendalian intern negatif.

PROSPEK TUMBUH BANK SYARIAH

PROSPEK TUMBUH BANK SYARIAH
Oleh : Dewi Tri Utami

I. PENDAHULUAN
Sistem lembaga keuangan dalam mekanisme keuangan suatu negara telah menjadi instrument penting dalam memperlancar jalannya pembangunan suatu negara. Indonesia,yang mayoritas penduduknya beragama islam tentu saja menuntut adanya sistem baku yang mengatur dalam prakteknya.
Khusus di bidang perbankan,sejak berdirinya De Javache Bank pada tahun 1972,telah menanamkan nilai-nilai sistem perbankan yang sampai sekarang masih berlaku di masyarakat,tanpa kecuali umat Islam. Persoalan bunga bank sudah lama menjadi ganjalan umat Islam yang harus dicari solusinya. Suatu kemajuan menjelang abad XX terjadi kebangkitan umat Islam dalam segala aspek. Dalam sistem keuangan,berkembang pemikiran yang mengarah pada readmore

AKUNTANSI PERBANKAN

KPENGERTIAN AKUNTANSI

Pentingnya Akuntansi :

Persaingan perbankan dalam memperebutkan pangsa pasar

Agar tetap eksis dan mampu mengembangkan diri :
• dapat bekerja dengan tingkat efisiensi tinggi
• dapat mengembangkan produk/jasa perbankan baru sesuai kebutuhan

• memiliki informasi yang tepat pakai dan tepat waktu
• kemampuan manejemen bank dalam pengambilan keputusan

alatnya : AKUNTANSI CONTINUE READING…

2015,EKONOMI INDONESIA TERGANTUNG GLOBAL

indexJakarta – Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 yang ditetapkan pada kisaran 5,5 persen-6,0 persen, tergantung dari kondisi perekonomian global yang diperkirakan mulai mengalami pemulihan.

“Global ‘growth’ 2015 akan lebih baik dari 2014,” kata Menkeu saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/7) continue reading…