Category Archives: Tugas Kuliah

NASIONALISME SEBAGAI KUNCI KEUTUHAN NKRI

MAKALAH
DISUSUN UNTUK MELENGKAPI TUGAS MATA KULIAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PENGAMPU : Dr.TJIPTO SUBADI,M.Si

NASIONALISME SEBAGAI KUNCI KEUTUHAN NKRI

DISUSUN OLEH
NAMA : DEWI TRI UTAMI
NIM : A210110066

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan taufiq dan hidayah-Nya dan yang telah menganugerahkan setetes samudera ilmu dan hikmah-Nya untuk seluruh umat manusia yang dikehendaki-Nya yang berkehendak untuk mencapai cahaya pengetahuan-Nya.
Semoga senyum Allah SWT. senantiasa menyertai aktivitas kita, selaku khalifah di muka bumi ini. Tiada ucapan yang paling baik pada kesempatan ini selain ucapan alhamdulillah atas selesainya makalah mengenai Nasionalisme sebagai Kunci Keutuhan NKRI ini. Penulis sadar bahwa selesainya makalah ini tidak lepas dari bantuan pihak-pihak lain yang dengan keikhlasannya mau membantu penulis. Maka, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih.
Penulis juga mengakui bahwasanya makalah ini jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

 

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung potensi kerawanan akibat keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan, hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi timbulnya konflik sosial. Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat.
Kondisi seperti ini dapat terlihat dengan meningkatnya konflik yang bernuasa SARA, serta munculya gerakan-gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI akibat dari ketidak puasan dan perbedaan kepentingan, apabila kondisi ini tidak di selesaikan dengan baik akhirnya akan berdampak pada disintegrasi bangsa.
Masalah disintegrasi bangsa merupakan salah satu prioritas pokok dalam program kerja kabinet gotong royong. Permasalahan ini sangat kompleks sebagai akibat akumulasi permasalahan Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang saling tumpang tindih, apabila tidak cepat dilakukan tindakan-tindakan bijaksana untuk menanggulangi sampai pada akar permasalahannya maka akan menjadi problem yang berkepanjangan.

2. TUJUAN

Makalah ini tidak lain bertujuan sebagai bahan pembelajaran kita agar lebih memahami tentang makna nasionalisme dan pentingnya nasionalisme,agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

 

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN NASIONALISME

Nasionalisme adalah menunjukkan rasa satu kesatuan yang khas sebagai suatu bangsa yang di infestasikan dalam bidang social,politik,ekonomu,kebudayaan,ideology dan psikologi baik keluar maupun ke dalam (soegito,2001:61).
Nasionalisme adalah suatu sikap dimana kesetiaan,rasa cinta tanah air seseorang secara total di abdikan kepada bangsa dan negaranya.
Nasionalisme merupakan suatu paham keyakinan suatu bangsa dimana mereka merasa dalam satu ikatan kesatuan dan persatuan sbagai suatu bangsa.

B. PENTINGNYA RASA NASIONALISME

Semangat nasionalisme berperan penting bagi suatu negara. Maju mundurnnya suatunegara dapat dilihat dari seberapa besar semangat nasinalisme yang dimiliki. Apabilasuatu negara ingin tetap bersatu dan maju, maka semangat nasionalisme harus dimilikioleh setiap warga negara pada umumnya, dan generasi muda pada khususnya. Dimanagenerasi muda adalah generasi penerus bangsa, penentu perjalanan bangsa di masaselanjutnya. Sebab generasi muda mempunyai kelebihan pemikiran, semangat, serta sifatkritisnya. Namun kelebihan tersebut masih kurang jika tidak diiringi dengan semangatnasinalisme. Generasi muda harus mempunyai sikap bangga terhadap bangsanya,semangat kebersamaan, mengakui pengalaman sejarah dan kebudayaan bersama, sertaterikat pada adat dan tradisi. Jika generasi pemuda menyadari pentingnya nasionalismetersebut, maka jalan untuk memperbaiki kecacatan negara kita akan semakin terbukalebar. Namun sangat disayangkan, nampaknya generasi muda sekarang belum seperti itu.Sebagaimana yang disampaikan oleh pencipta lagu Bangun Pemuda-Pemudi, AlfredSimanjuntak bahwa semangat nasionalisme generasi muda sekarang sangatlah kurang.Mereka tidak dinamis, terlena dengan budaya konsumtif. Mereka cenderung individual,egois, mementingkan diri sendri dan luput memikirkan nasib bangsanya. Mereka jugakurang cinta terhadap tanah airnya sendiri, serta tidak punya semangat bersaing untuk menjadi pemuda yang terbaik di dunia.Banyak juga masalah-masalah yang muncul akibat kurangnya jiwa nasionalisme paragenerasi muda. Misalnya saja konflik antar suku yang mengakibatkan pertumpahandarah, ketidakpedulian terhadap lagu dan bendera kebangsaan, kurang perhatian terhadapkebudayaan dan kesenian daerah, konflik antar agama, demonstrasi yang berujungtindakan anarki. Semua hal tersebut memanglah gambaran dari sebuah keadaan generasimuda yang ada di indonesia

 

 

C. FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA RASA NASIONALISME BANGSA INDONESIA

Berikut ini merupakan beberapa factor yang menyebabkan rendahnya rasa nasionalisme masyarakat Indonesia :

a.Geografi
Indonesia yang terletak pada posisi silang dunia merupakan letak yang sangat strategis untuk kepentingan lalu lintas perekonomian dunia selain itu juga memiliki berbagai permasalahan yang sangat rawan terhadap timbulnya disintegrasi bangsa. Dari ribuan pulau yang dihubungkan oleh laut memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan kondisi alamnya yang juga sangat berbeda-beda pula menyebabkan munculnya kerawanan sosial yang disebabkan oleh perbedaan daerah misalnya daerah yang kaya akan sumber kekayaan alamnya dengan daerah yang kering tidak memiliki kekayaan alam dimana sumber kehidupan sehari-hari hanya disubsidi dari pemerintah dan daerah lain atau tergantung dari daerah lain.

b. Demografi.
Jumlah penduduk yang besar, penyebaran yang tidak merata, sempitnya lahan pertanian, kualitas SDM yang rendah berkurangnya lapangan pekerjaan, telah mengakibatkan semakin tingginya tingkat kemiskinankarena rendahnya tingkat pendapatan, ditambah lagi mutu pendidikan yang masih rendah yang menyebabkan sulitnya kemampuan bersaing dan mudah dipengaruhi oleh tokoh elit politik/intelektual untuk mendukung kepentingan pribadi atau golongan.

c. Kekayaan Alam
Kekayaan alam Indonesia yang melimpah baik hayati maupun non hayati akan tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi negara Industri, walaupun belum secara keseluruhan dapat digali dan di kembangkan secara optimal namun potensi ini perlu didayagunakan dan dipelihara sebaik-baiknya untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat dalam peran sertanya secara berkeadilan guna mendukung kepentingan perekonomian nasional.

d. Ideologi.
Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia dalam penghayatan dan pengamalannya masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila, bahkan saat ini sering diperdebatkan. Ideologi pancasila cenderung tergugah dengan adanya kelompok-kelompok tertentu yang mengedepankan faham liberal atau kebebasan tanpa batas, demikian pula faham keagamaan yang bersifat ekstrim baik kiri maupun kanan.

e. Politik.
Berbagai masalah politik yang masih harus dipecahkan bersama oleh bangsa Indonesia saat ini seperti diberlakukannya Otonomi daerah, sistem multi partai, pemisahan TNI dengan Polri serta penghapusan dwi fungsi BRI, sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat diselesaikan secara tuntas karena berbagai masalah pokok inilah yang paling rawan dengan konflik sosial berkepanjangan yang akhirnya dapat menyebabkan timbulnya disintegrasi bangsa dan tentu saja nasionalisme pun di anggap sebagai angin lalu saja.

f. Ekonomi.
Sistem perekonomian Indonesia yang masih mencari bentuk, yang dapat pemberdayakan sebagian besar potensi sumber daya nasional, serta bentuk-bentuk kemitraan dan kesejajaran yang diiringi dengan pemberantasan terhadap KKN. Hal ini dihadapkan dengan krisis moneter yang berkepanjangan, rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan meningkatnya tingkat pengangguran serta terbatasnya lahan mata pencaharian yang layak.

g. Sosial Budaya.
Kemajemukan bangsa Indonesia memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan dapat menimbulkan konflik etnis kultural. Arus globalisasi yang mengandung berbagai nilai dan budaya dapat melahirkan sikap pro dan kontra warga masyarakat yang terjadi adalah konflik tata nilai. Konflik tata nilai akan membesar bila masing-masing mempertahankan tata nilainya sendiri tanpa memperhatikan yang lain.

h. Pertahanan dan Keamanan.
Bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat multi dimensional yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini seiring dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi dan
komunikasi. Serta sarana dan prasarana pendukung didalam pengamanan bentuk ancaman yang bersifat multi dimensional yang bersumber dari permasalahan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya.

D. PENGARUH NEGATIF GLOBALISASI NASIONALISME DAN CARA PENANGGULANGANNYA

a. Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme

1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang

2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia
.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat
.
4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.

5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

b. Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

 

 
E. UPAYA MENUMBUHKAN RASA NASIONALISME UNTUK KEUTUHAN NKRI

Adapun kebijakan yang diperlukan guna memperkukuh rasa nasionalisme adalah sebagai berikut :

1) . Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.
2) Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus.
3) Membangun kelembagaan (Pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.
4) Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak, semua wilayah.
5) Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan efektif.

Adapun strategi yang digunakan dalam penanggulangan runtuhnya rasa nasionalisme antara lain sebagai berikut :
1) Menanamkan nilai-nilai Pancasila, jiwa sebangsa dan setanah air dan rasa persaudaraan, agar tercipta kekuatan dan kebersamaan di kalangan rakyat Indonesia.
2) Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya primodialisme sempit pada setiap kebijaksanaan dan kegiatan, agar tidak terjadi KKN.
3) Meningkatkan ketahanan rakyat dalam menghadapi usaha-usaha pemecahbelahan dari anasir luar dan kaki tangannya.
4) Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan dan implementasi butir-butir Pancasila, dalam rangka melestarikan dan menanamkan kesetiaan kepada ideologi bangsa.
5) Menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan tidak kenal kompromi.
6) Membentuk satuan sukarela yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI dan Polri dalam memerangi separatis.
7) Melarang, dengan melengkapi dasar dan aturan hukum setiap usaha untuk menggunakan kekuatan massa.

 

 

BAB III
PENUTUP

Nasionalisme mutlak sangat diperlukan dalam menjaga keutuhan NKRI. Sebagai generasi muda sudah selayaknyalah sebagai generasi muda meningkatkan rasa nasionalisme,cinta tanah air dan mau berpartisipasi aktif demi keutuhan NKRI.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://argamakmur.wordpress.com/cara-mengatasi-agar-tidak-terjadi-integrasi-suatu-bangsa/
http://yochi-prayoko-sg.blogspot.com/2010/04/makna-nasionalisme.html
http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/28/173328/996440/471/nasionalisme-indonesia

Iklan

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL
ACCOUNTING SYSTEM FOR SMALL BUSINESS IN INDONESIA
(CASE STUDY CONVECTION BUSINESS
IN TINGKIR LOR VILLAGE)
Endang Haryani,
Faculty of Information Technology
Satya Wacana Christian University
Indonesia.

A. PENDAHULUAN
Usaha kecil memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam aspek peningkatan kerja, peningkatan pendapatan, pembangunan ekonomi dan ekspor non-migas. Selain itu, sektor ini dianggap sebagai motor penggerak bagi perekonomian pedesaan. Tapi sampai sekarang masih banyak masalah untuk menghambat pertumbuhan usaha kecil. Masalah dasar manajemen dalam usaha kecil adalah ketidakmampuan pemilik untuk menentukan gaya manajemen yang yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan tahap pengembangan. Terutama dalam pengelolaan keuangan, para pemilik usaha belum memisahkan manajemen keuangan bisnis dan keluarga. Selain itu, mereka belum merencanakannya dengan baik, dikelola
dan dilaporkan secara berkala. Hal ini disebabkan oleh tidak ada infrastruktur dan sistem akuntansi yang tepat. Dampaknya adalah pemilik usaha kecil mengalami kesulitan untuk bekerja sama dengan lembaga eksternal seperti bank atau lembaga keuangan lain. Pemilik mengalami kesulitan untuk menunjukkan kelayakan bisnis mereka ketika mereka ingin mengusulkan kredit atau membuat kontrak bisnis dengan bisnis lain.

B. MASALAH
Berdasarkan pentingnya sistem akuntansi dalam pengelolaan usaha kecil menengah di Indonesia, penelitian bertujuan untuk menghasilkan suatu system akuntansi yang dapat diterapkan oleh pemilik usaha kecil di Indonesia. Sistem akuntansi yang diusulkan adalah system model generik pembelian dan penjualan yang harus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan bisnis dan mengacu pada pendekatan manajemen pengetahuan.

C. METODOLOGI PENELITIAN
Karena studi ini ingin mengusulkan pengembangan sistem akuntansi, pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah program penelitian yang diikuti dengan program pengembangan (Borg dan Gall, 1989). Ini adalah kombinasi dari penelitian deskriptif yang menggambarkan fenomena yang sebenarnya dalam suatu objek dan eksplorasi
penelitian yang mengembangkan sistem akuntansi. Sebuah sistem akuntansi yang diusulkan difokuskan pada sistem pembelian dan penjualan karena kegiatan utamamereka adalah bisnis.

D. LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian ini adalah konveksi usaha kecil di desa Tingkir Lor, dipilih dengan sengaja karena bisnis di desa ini telah meningkat secara signifikan dalam penjualan dan memberdayakan manusia, pemerintah juga memperhatikan dengan memberikan pendampingan bagi manajemen dan teknologi. Data primer dari penelitian ini adalah
hasil wawancara terpimpin dan observasi.

E. LANDASAN TEORI
Menurut Gillespie (Mulyadi, 2001), sistem akuntansi adalah organisasi dokumen, bentuk dan laporan yang dilakukan dalam rangka memberikan informasi bagi manajemen. Berdasarkan definisi tersebut, unsur-unsur sistem akuntansi adalah dokumen, formulir dan laporan, namun dengan memperhatikan prosedur dan pengendalian internal. Oleh karena itu, diusulkan unsur dalam penelitian ini akan merujuk ke sana. Sedangkan Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

F. HASIL PENELITIAN
Desa Tingkir Lor telah dikenal sebagai pusat bisnis konveksi di Salatiga – Jawa Tengah yang memproduksi hasil konveksi seperti penutup kulkas, rice cooker, dispenser, mesin telepon, taplak meja, seprai, dan aksesori rumah lainnya. Tetapi dalam hal pengelolaan,didapat hasil dengan mewawancarai 22 pemilik yang dominan di sana, mereka menyatakan bahwa kegiatan operasi seperti penjualan dan pembelian telah ditangani oleh adat, tanpa sistem akuntansi. Mereka tidak memiliki sistem akuntansi untuk menangani transaksi mereka,itunjukkan dengan tidak ada unsur dan prosedur untuk membentuk sebuah sistem akuntansi. Sebagian besar dari mereka dokumen transaksi belum disimpan dan
diberikan dan juga tidak mencatat transaksi dalam bentuk jurnal atau buku.
Karena tidak ada sistem akuntansi, pemilik menghadapi banyak kesulitan dan informasi apa yang dibutuhkan untuk akuntansi memperbaiki kesulitan. Dengan berdiskusi dengan pemilik, sebenarnya mereka telah menyadari pentingnya
sistem akuntansi, tetapi mereka memiliki keterbatasan waktu, dana, pengetahuan dan kemampuan untuk mewujudkannya. Sistem yang diusulkan akuntansi harus didukung oleh kondisi dan latar belakang pemilik karena factor tersebut akan mempengaruhi pada pelaksanaan dan pemanfaatan system.
Akuntansi yang diusulkan telah diterapkan untuk menangani transaksi satu bulan. Satu transaksi penjualan kredit membutuhkan sekitar 2 – 4 menit, dan 2 – 3 menit untuk transaksi penjualan tunai. Berkaitan dengan mendanai belanja untuk menyediakan dokumen dan bentuk, pemilik perlu 6 buku yang dapat digunakan untuk lebih dari satu tahun dan satu penjualan
buku faktur untuk 25 transaksi. Ini adalah pengeluaran yang rendah bagi pemilik. Sementara itu, pemilik melakukan pelaporan setiap akhir bulan. Dengan kemungkinan ini, pemilik belum menghadapi kesulitan, mereka hanya membutuhkan lebih banyak waktu. Berdasarkan
penyelesaian, bentuk pembelian dan penjualan dapat berfungsi sebagai laporan pembelian atau penjualan (pembelian atau penjualan rekapitulasi). Setelah menyelesaikan transaksi bulan, pemilik bisa menangani transaksi mereka dengan baik, kecuali untuk kartu bahan
persediaan karena ada standar yang berbeda dari pemakaian bahan untuk setiap produk. Hal ini rumit untuk memiliki detail menghitung. Pemilik dapat melakukan audit bahan fisik kapan saja. Berdasarkan pelaksanaan, fungsi kartu persediaan bisa dimanfaatkan sebagai bentuk (jurnal / buku besar). Pada awal desain, laporan persediaan dan uang tunai yang seharusnya dilaksanakan.
Dengan pengujian sistem, pengendalian intern dapat ditunjukkan, terutama pada persediaan dan uang tunai. Semua controlling dilakukan oleh pemilik. Ketika ada penghitungan yang salah dan perbedaan antara bentuk dan fisik, pemilik dapat mengetahui penyebab segera. Ini akan menyebabkan mencapai tujuan pengendalian internal.

G. KESIMPULAN
Sistem akuntansi adalah bagian utama dari setiap perusahaan, juga usaha kecil. Meskipun harus sederhana dan mudah digunakan, itu harus dikembangkan secara tepat. Sistem akuntansi yang diusulkan dalam bisnis konveksi Tingkir Lor telah ditetapkan apa kekuatan dan kelemahan dari usaha kecil dan berhasil diuji selama satu bulan.
Ada cara alternatif untuk mengembangkan sistem akuntansi yang diusulkan yang
dapat didekati dengan manajemen pengetahuan. Empat mode penciptaan pengetahuan akan memfasilitasi bisnis dan pemiliknya untuk menambahkan beberapa modul dalam sistem akuntansi dan untuk merekayasa ulang proses bisnis dalam menyediakan sistem akuntansi sebagai infrastruktur bisnis untuk membantu usaha kecil mencapai keunggulan kompetitif.

H. KOMENTAR (KEKURANGAN DAN KELEBIHAN)
Keunggulan jurnal ini menurut pendapat saya adalah terdapat grafik atau tabel dalam proses penelitiannya,sehingga lebih memudahkan pembaca memahami jurnal ini.
Menurut pendapat saya kekurangan yang terdapat pada jurnal ini adalah walaupun sudah ada tabel,jurnal ini berbentuk deskriptif sehingga pembaca kurang memahami alur penelitian dan dibutuhkan pemikiran yang masak untuk mencerna isi jurnal. Dalam jurnal ini tidak terdapat instrumen penelitian sehingga pembaca tidak dapat mengetahui dengan pasti kriteria apa saja yang dilakukan pada penelitian ini.

 

MATERI KEBUTUHAN & KELANGKAAN

HUBUNGAN KELANGKAAN SUMBER DAYA DENGAN KEBUTUHAN MANUSIA

A. KEBUTUHAN MANUSIA
index Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup dan apabila tidak dipenuhi akan berakibat fatal. Makan dan minum merupakan suatu bentuk kebutuhan yang alamiah (naluri). Jika seseorang memerlukan sepatu, memerlukan buku, memerlukan kendaraan, dan semua benda yang melengkapi kehidupan manusia merupakan bentuk kebutuhan yang bukan alamiah, melainkan sebagai hasil kebudayaan. Makin tinggi tingkat kebudayaan manusia makin kompleks pula kebutuhan yang diinginkan. Masyarakat modern memiliki kebutuhan yang lebih banyak ragamnya daripada masyarakat tradisional.
Berbagai bentuk kebutuhan manusia dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Menurut kepentingannya
Menurut kepentingannya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Kebutuhan pokok/kebutuhan primer
Kebutuhan pokok merupakan bentuk kebutuhan yang mendasar dan muncul secara alamiah sebagai sarana untuk kelangsungan hidup manusia secara layak. Adapun yang termasuk kebutuhan primer adalah pangan, sandang, dan papan. Jika kebutuhan primer belum tercukupi, maka manusia dikatakan belum layak hidupnya.
2) Kebutuhan tambahan/kebutuhan sekunder
Kebutuhan tambahan merupakan jenis kebutuhan yang muncul karena ada tuntutan sosial yang berguna sebagai pelengkap kebutuhan pokok. Misalnya sepatu/sandal untuk melengkapi kebutuhan akan pakaian, kendaraan (sepeda, sepeda motor) sebagai alat transportasi. Keberadaan kebutuhan sekunder tidak memengaruhi terhadap kelangsungan hidup seseorang, artinya jika tidak terpenuhi manusia tetap masih dikatakan sebagai hidup yang layak.
3) Kebutuhan tersier
Kebutuhan tersier merupakan bentuk kebutuhan akan barang mewah. Suatu benda dikatakan mewah atau tidak tergantung dari tingkat kemakmuran seseorang yang memiliki benda tersebut. Misalnya bagi seorang yang berpenghasilan pas-pasan mobil bisa dikatakan sebagai barang mewah, namun tidaklah demikian bagi orang yang penghasilannya berlebih. Dengan demikian pengertian mewah atau tidak sangatlah relatif. Hal yang membedakan kemewahan suatu barang ditinjau dari:
a) Kegunaannya, sebagai pelengkap kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan.
b) Waktu pemenuhan, bisa ditunda setelah kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan terpenuhi.
c) Akibat, akan berpengaruh terhadap kesehatan maupun kelangsungan hidup.

b. Menurut waktu
Menurut waktu pemenuhannya, kebutuhan dapat diklasifkasikan sebagai berikut.
1) Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang merupakan bentuk kebutuhan untuk keperluan saat ini yang harus segera dipenuhi dalam jangka waktu yang cepat. Misalnya kebutuhan akan makanan/minuman, kebutuhan alat tulis bagi pelajar, kebutuhan kendaraan bagi yang akan bepergian jauh, dan sebagainya.
2) Kebutuhan yang akan datang
Kebutuhan yang akan datang merupakan bentuk kebutuhan yang pemenuhannya memerlukan proses lama, sehingga dapat ditunda. Misalnya kebutuhan memiliki rumah pribadi, kendaraan pribadi, dan sebagainya.

c. Menurut subjek
Menurut subjek atau pemakainya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Kebutuhan perorangan
Kebutuhan perorangan merupakan bentuk kebutuhan yang diperlukan oleh setiap individu secara pribadi. Misalnya makanan, minuman, pakaian, sepatu, dan sebagainya
2) Kebutuhan kelompok atau kebutuhan bersama
Kebutuhan bersama merupakan bentuk kebutuhan yang dapat dipergunakan secara bersama-sama. Misalnya jembatan, gedung sekolah, jalan raya, dan sebagainya.

d. Menurut sifatnya
Menurut sifatnya, kebutuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Kebutuhan jasmani
Kebutuhan jasmani merupakan bentuk kebutuhan yang berkaitan dengan fisik manusia. Misalnya makanan dan minuman, pakaian, perhiasan, kendaraan, dan sebagainya.
2) Kebutuhan rohani
Kebutuhan rohani merupakan bentuk kebutuhan yang berkaitan dengan psikis/kejiwaan seseorang. Misalnya hiburan,prestasi, penghargaan, dan sebagainya.

Beberapa hal yang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terbatas atau beranekaragam antara lain:
a. Organ manusia, selalu membutuhkan sesuatu untuk menggerakkan fungsinya.
b. Kebudayaan manusia, makin maju kebudayaan manusia, maka akan ada tuntutan sosial kehidupan yang lebih baik. Misalnya model bangunan rumah, perhiasan, alat komunikasi yang terus berubah.
c. Faktor psikologis, di mana seseorang membutuhkan sesuatu untuk memenuhi kepuasan batin. Misalnya rasa aman, kasih sayang, dan kepedulian.

B. KELANGKAAN
Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan menimbulkan kelangkaan pada sumber daya yang menjadi alat pemuas kebutuhan. Kelangkaan adalah suatu bentuk ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan pemenuhan kebutuhan. Ketika masyarakat memerlukan minyak tanah, sedangkan minyak tanah tidak ada di pasaran, maka dikatakan minyak tanah mengalami kelangkaan. Demikian halnya pada musim kemarau banyak masyarakat memerlukan air, tetapi air sulit atau tidak dapat dijumpai. Jika ada bahkan itu pun tidak mencukupi kebutuhan. Hal ini juga disebut sebagai bentuk kelangkaan.
Adapun sumber daya yang sulit didapat sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia disebut sebagai sumber daya langka, di mana menunjukkan keterbatasan sumber daya tersebut, sehingga tidak memenuhi kebutuhan masyarakat. Sumber daya langka atau terbatas dapat dikelompokkan menjadi tiga:
1. Sumber daya alam,
Misalnya bahan bakar, air, udara, dan bahan tambang lain.
2. Sumber daya manusia atau tenaga kerja,
Dimana makin sedikit gaji yang tersedia, maka makin terbataslah sumber daya manusia yang dipekerjakan.
3. Modal,
Dapat berupa uang atau barang. Modal dikatakan terbatas karena untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan dalam bentuk biaya. Apabila sumber daya terbatas, sedangkan kebutuhan banyak, maka harus ada yang dikorbankan untuk pemakaian yang lebih penting.

Usaha manusia untuk mengatasi kelangkaan sumber daya adalah sebagai berikut.
1. Menyusun skala prioritas,
Yakni membuat daftar kebutuhan mana yang perlu didahulukan pengadaannya karena dirasa lebih mendesak.
2. Menggunakan alat pengganti pemenuhan kebutuhan,
Misalnya kelangkaan minyak tanah diganti dengan arang, kayu bakar, atau gas.
3. Melakukan penghematan dalam menggunakan sumber daya yang termasuk langka/terbatas

Laporan Observasi Nasyiatul Aisyiyah

Laporan Kegiatan Penelitian

Disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah
Kemuhammadiyahan

ORGANISASI OTONOM
NASYIATUL AISYIYAH
RANTING BANYUANYAR
KELURAHAN BANYUANYAR,BANJARSARI,SURAKARTA

Di susun oleh:

Nama : Dewi Tri Utami
NIM :A210110066

PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan penelitian organisasi otonom NASYIATUL AISYIYAH ranting Banyuanyar yang berlokasi di kelurahan Banyuanyar,Banjarsari,Surakarta.
Laporan ini disusun adalah untuk melengkapi salah satu tugas mata kuliah Kemuhammadiyahan.
Dalam penyusunan laporan ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini.
Dalam penyusunan laporan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Akhir kata semoga penyusunan laporan ini ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Surakarta, Desember 2012

 

 

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Nasyiatul Aisyiyah Ranting Banyuanyar

1. Letak Daerah
Nasyiatul aisyiyah ranting Banyuanyar berada di kelurahan Banyuanyar,Kecamatan Banjarsari, kota Surakarta. Tepatnya sekertariat dari Nasyiatul Aisyiyah berada di dusun Dukuhan RT 02,RW VI Banyuanyar,Banjarsari,Surakarta. Nasyiatul Aisyiyah banyuanyar adalah cabang dari solo utara di kota Surakarta. Nasyiatul Aisyiyah beranggotakan para remaja putri.

2. Sejarah Berdirinya
Nasyiatul Aisyiah merupakan organisasi yang bergerak di bidang keagamaan,kemasyarakatan dan keputrian. Nasyiatul Aisyiyah tetap mengedepankan gerakan dakwah amar makruf nahi munkar.
Nasyiatul Aisyiyah ranting Banyuanyar sudah ada sejak lama namun sempat vacuum dan diaktifkan kembali sekitar tahun 1995 saat Musyran (musyawarah ranting) dari muhammadiyah dan aisyiyah di Banyuanyar. Salah satu isi musyran adalah akan mengaktifkan kembali NA di Banyuanyar. Kemudian remaja putri di Banyuanyar dikumpulkan dan dipilihlah anggotanya.
Latar belakang diaktifkannya kembali Nasyiatul Aisyiyah Banyuanyar pada waktu itu adalah untuk melakukan dakwah secara keseluruhan dari Muhammadiyah di ranting Banyuanyar,selain itu organisasi kewanitaan juga belum ada,maka tujuan utamanya adalah untuk membina remaja putri dan membentuk karakter islami serta membekalinya dengan ketrampilan.

3. Visi dan Misi
Organisasi NA mempunyai visi dan misi sebagai berikut:
a. Visi
Nasyiatul Aisyiyah sebagai gerakan putri Islam merupakan organisasi kader yang dalam melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar senantiasa memiliki ketertarikan pada pencerahan dan pemberdayaaan wanita menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
b. Misi
1) Melaksanakan dakwah amar makruf nahi munkar dalam membina putrid islam yang berarti bagi agama,bangsa,negara menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar benarnya.
2) Melaksanakan pencerahan dan pemberdayaan perempuan menuju masyarakat yang menjunjung tinggi harkat,martabat dan nilai nilai kemanusiaan yang sesuai dengan ajaran islam.
3) Menyelenggarakan amal usaha dan meningkatkan peran NA sebagai pelopor,pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.
4. Asas,Tujuan dan Pergerakannya
Berdasarkan AD ART Nasyiatul Aisyiyah,organisasi ini berasaskan Islam,memiliki tujuan terbentuknya putri Islam yang berarti bagi agama,bangsa,dan negara.
Secara jelas, Sdri. Miftakhul Jannah selaku pimpinan NA Banyuanyar mengungkapkan bahwa karakter islami adalah sikap baik,bersifat positif yang menggiring remaja untuk tidak bergaul secara negative dan tidak melanggar norma agar remaja putri terhindar dari pacaran dan hamil diluar nikah di kelurahan banyuanyar. Oleh karena itu Nasyiatul Aisyiyah Banyuanyar berusaha menanamkan karakter islami pada anggota-anggotanya.
Untuk mencapai tujuan diatas,NA ranting Banyuanyar melakukan berbagai usaha dan gerakan diantaranya :
1) Menanamkan al islam yang bersumber dari Alquran dan al Hadits.
2) Mendidik anggotanya menjadi mubalighat yang baik.
3) Mendidik dan membina kader pimpinan.
4) Meningkatkan kegiatan keilmuan untuk kepentingan masyarakat khususnya remaja putri.
5) Mendidik anggotanya untuk mengembangkan ketrampilan dan keaktifannya sebagai seorang putri Islam serta mengamalkannya sesuai tuntunan Islam.
6) Membina ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar
7) Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak yang mengarah pada perdamaian,kebaikan dan ketakwaan menuju terwujudnya tata kehidupan rahmatan lil alamin.
8) Mengembangkan jiwa kewirausahaan para anggotanya.
9) Menggerakkan usaha penyuluhan dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai moral hak asasi manusia,demokrasi hukum dan perdamaian
10) Meningkatkan fungsi dan peran Nasyiatul Aisyiyah sebagai pelopor,pelangsung,dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 
B. Susunan Kepengurusan Nasyiatul Aisyiyah ranting Banyuanyar

Untuk tahun 2013 telah dibentuk pada bulan September 2012 kemarin dan telah disyahkan namun baru akan dilantik bulan januari mendatang.

Susunan Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah Banyuanyar
Periode 2013-2017

Ketua : Miftakhul Jannah
Sekertaris : Khusnul Khotimah
Bendahara : Lukluk Rahmawati

Sie Kaderisasi : Ummu Habiloah,Ristadyati,Nungki Saraswati,Mustaqimah,Isma,Hayati

Sie Sosial,Ekonomi
&Kemasyarakatan: Lisa Yiha Rodhiyah,Lathifah Arub,Siti Muninggal,Putri Cahya Sari,Isna.

C. Program Kerja

Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah Banyuanyar memiliki program kerja diantaranya sebagai berikut:
1. Program kerja Sekertaris
a) Mengelola kesekertariatan,meliputi daftar hadir kajian NA,surat masuk dan keluar,biodata pengurus.
b) Mengadakan training organisasi
c) Mengadakan kajian khusus pengurus
d) Rapat evaluasi kepengurusan setiap3 bulan sekali
2. Program kerja Bendahara
a) Pembagian dana setiap tim
b) Permohonan donator untuk modal awal
c) Menambah penghasilan dengan berwirausaha
3. Program kerja Divisi Kaderisasi
a) Pendataan bulan juni
b) Kajian rutin 1 bulan 2 kali
c) Outbond setahun sekali
d) Mabit setahun 2 kali pada bulan ramadhan dan bulan lain
e) Mencari tempat dan menghubungi bendahara
4. Program Kerja Divisi Kemasyarakatan
a) Mengadakan infaq rutin
b) Mengadakan infaq baksos 2bulan sekali
c) Outbond setahun sekali
5. Program Kerja Humas
a) Mengkoordinasi pengedaran surat undangan
b) Mengkoordinasi penyebaran undangan
c) Mengadakan publikasi terhadap kegiatan kegiatan yang dilaksanakan Nasyiatul Aisyiyah ranting Banyuanyar.

D. Pelaksanaan Program Kerja

Menurut mbak miftakhul jannah,program kerja yang telah dilakukan NA Banyuanyar diantaranya adalah sbb:
a) Kajian Rutin
Kajian ini diadakan 2 pekan sekali pada hari jumat pukul 18.30-20.00 WIB,berisi pemberian materi ilmu agama baik aqidah,akhlak,ibadah,keputriandan muamalah. Dalam kajian ini menggunakan berbagai metode yaitu keteladanan,nasehat,cerita,kisah dan pembiasaan.
b) Outbond
Dilaksanakan setahun sekali yang bertujuan membentuk kasih sayang terhadap alam sekitar. Para peserta diajak pergi kE suatu tempat dan diberi permainan ntuk menikmati alam sekitar.
c) Mabit
Diadakan setahun sekali,yakni bermalam di masjid di sekitar banyuanyar,diisi dengan pemberian materi islam khusus remaja putri.
d) Pemberian ketrampilan bagi remaja putri
Diadakan setahun sekali misalnya belajar membuat kerajinan kain flannel,memasak,training kewirausahaan,dll.
e) Bakti social
Diadakan rutin setahun sekali dalam kegiatan KAISBA (Kemah Anak Islam se-Banyuanyar) dengan bekerja sama dengan organisasi lain di kelurahan banyuanyar.

E. Hambatan yang dihadapi Nasyiatul Aisyiah ranting Banyuanyar

Menurut mbak miftakhul jannah selaku pimpinan Nasiatul Aisyiyah banyuanyar,hambatan yang dihadapi Nasyiatul Aisyiysh di kelurahan ini adalah dari personal remaja putri itu sendiri yang mau atau tidak mengikuti kegiatan Nasyiatul Aisyiyah,factor kesibukan sekolah/kuliah,background keluarga yang berbeda-beda,dll. Hambatan lain adalah dari keluarga yang mengijinkan atau tidak putrinya mengikuti kegiatan Nasyiatul Aisyiyah. sedangkan dalam masalah dana,Nasyiatul Aisyiyah Banyuanyar tidak mengalami hambatan yang berarti karena adanya infaq rutin dan donator dari jamaah masjid.

F. Tanggapan Masyarakat Kelurahan Banyuanyar Terhadap Keberadaan Nasyiatul Aisyiyah

Menurut Mbak Miftakhul Jannah,tanggapan masyarakat terhadap keberadaan Nasyiyatul Aisyiyah sangat positif. Terbukti dengan semakin banyaknya remaja putri yang mau mengikuti kegiatan Nasyiatul Aisyiyah,juga para orang tua yang sangat mendukung putrinya mengikuti kegiatan Nasyiatul Aisyiyah di Banyuanyar,mereka berharap Nasyiatul Aisyiyah dapat memperbaiki karakter putri mereka.

Analisis web

DEWI TRI UTAMI

A210110066

 

TUGAS TIP

ANALISIS TAMPILAN WEB PT PLN PERSERO

(http://www.pln.co.id)

images

 

  1. Content/isi

Konten-konten yang ada dalam web PT PLN Persero ini sudah cukup lengkap,up-to-date dan sangat berguna bagi pengunjung karena di web ini, pengunjung dapat memperoleh informasi segala hal yang berhubungan dengan penyediaan tenaga listrik yang disediakan oleh PT PLN Persero. Disini pengunjung dapat melakukan simulasi rekening, simulasi perubahan daya, dan simulasi pasang baru, yang kemudian web akan memprosesnya. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat info tagihan listrik melalui Info Rekening. Melalui menu ini, pengunjung dimudahkan dengan hanya memasukkan ID Pelanggan saja, dapat langsung melihat info tagihan bulanannya.

  1. Link

Untuk link dalam website ini sudah disajikan cukup baik,teks untuk linknya sudah ada penanda yang membedakan apakah teks tersebut link atau bukan, yakni ditandai dengan perbedaan warna latar hurufnya,sayangnya hanya beberapa link saja yang ada penanda bahwa link tersebut sudah dikunjungi (berubah warna jika link telah dikunjungi). Rata-rata link yang ada dalam web tidak berubah warna ketika sudah dikunjungi oleh pengunjung. Misalnya link Laporan Tahunan tidak berubah warna, meskipun pengunjung sudah beralih ke menu Statistik.

  1. Warna

Untuk warna dalam web ini terkesan simple,dominan dengan warna putih dan tidak menggunakan warna-warna yang mencolok. Menurut saya bagus,karena web untuk system informasi sebaiknya tidak terlalu menggunakan warna yang mencolok,yang lebih dominan justru terletak pada contentnya.

  1. Tampilan

Tampilan dalam web ini secara umum sudah cukup baik,menurut saya menu-menu sudah rapi dalam peletakannya. Akan lebih bagus lagi kalau di sediakan menu khusus yang memuat kritik dan saran bagi pembaca.