Arsip Blog

Jika itu Cinta

Jika itu cinta Maka jadilah seperti air

Seperti air yang merayap di dalam tanah

Merambat di akar-akar, pohon dan dahan

Menyuburkan tanaman satu benua luas

Tanpa pernah harus terlihat

Seperti air yang mengalir di sungai-sungai jernih

Membawa kehidupan bagi ikan dan hewan-hewan

Terus-menerus mengalir

Tanpa pernah bicara tentang balas budi

Seperti air yang luruh dari awan-awan

Membasuh dedaunan dan semua kerontang

Membawa kabar baik menenteramkan

Tanpa pernah bicara soal pengorbanannya READMORE

Iklan

(^_^)

“Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian hidup kita. Peluk semua kisah itu, berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan, dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan yang lebih bahagia.”

*tereliye

Quotes “Bang Tere”

Bicara tentang novel, karya Bang tere memang selalu menjadi favorit bagi saya terutama novel DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN. Bukan karena pengalaman pribadi tapi karena novel ini menyuguhkan sebuah kisah cinta yang sederhana namun dibalut dengan gaya tulisan yang sangat indah, romantis dan jalan cerita yang tak mudah ditebak. Tentang cinta yang terpendam, tentang semangat, kepedulian dan kasih sayang (lebay dikit sihh :D). Ah, Bang tere memang pandai memainkan kata. Terkadang sampai berhayal bisa menjadi sosok tania yang hebat, tegar, pintar tapi tentu saja di jalan cerita yang berbeda. Mungkin beberapa “quotes”  ini bisa menggambarkan menariknya novel ini untuk dibaca dan diambil maknanya.

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”

 “Kebaikan itu seperti pesawat terbang, jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.

“Cinta tak harus memiliki. Tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Dia memang sangat sempurna. Tabiatnya, kebaikannya, semuanya. Tetapi dia tidak sempurna. Hanya cinta yang sempurna.”

“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

“Dulu, saya kira, masalah hidup kita itu harus dihabisi, diperangi, diusir jauh2. Dan kita berdiri gagah jadi pemenangnya. Sekarang, tidak lagi, saya akan memutuskan menyayangi, memeluk erat2 setiap masalah hidup ini. Hidup ini bukan soal menang atau kalah. Hidup ini sungguh soal kebahagiaan dan ketentraman hati. Dan orang2 bahagia, bahkan bisa hidup damai bersama masalah hidupnya”.
“Kebaikan itu memang tak selalu harus berbentuk sesuatu yang terlihat.”

:

#note

S

Kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar2 memahami kita,tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible. Tapi kita bisa menemukan orang yang sungguh2 bersedia memahami kita. Dan itu lebih dari cukup, sepanjang kita juga sungguh2 bersedia memahaminya.

— Tere Liye